Amerika Serikat Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026 dan Perkuat Hubungan Energi serta Ekonomi Regional
Suara Pecari | Amerika Serikat akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 bersama Kanada dan Meksiko, otomatis lolos ke putaran final dan ditempatkan di Grup D bersama Australia, Paraguay, dan Turki.
Sebelum edisi 2026, AS telah berpartisipasi sebelas kali tanpa pernah meraih gelar juara; pencapaian tertinggi adalah semifinal pada 1930 dan satu kali mencapai perempat final pada 2002.
Timnas AS paling sering terhenti di fase 16 besar, pertama kali pada 1934 melawan Italia (1-7), kemudian pada 1994 melawan Brasil (0-1), serta pada edisi 2010, 2014, dan 2022.
Delegasi PT Pertamina (Persero) bertemu dengan pejabat Departemen Energi Amerika Serikat di Washington untuk memperdalam kerja sama energi, mengikuti kunjungan kerja presiden Indonesia ke AS pada Februari 2026.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan AS sebagai mitra strategis, menyebut lebih dari 70% impor LPG Indonesia tahun 2025 bersumber dari Amerika dengan volume lebih dari 5 juta ton.
Pertemuan tersebut juga membahas kontrak jangka panjang untuk menjamin pasokan stabil serta peluang kolaborasi dalam eksplorasi migas non‑konvensional.
Pemerintah Meksiko memperbolehkan pemegang visa Amerika Serikat yang masih aktif masuk tanpa visa tambahan, langkah yang dipandang menguntungkan menjelang Piala Dunia 2026.
Visa yang berlaku meliputi B1/B2, pelajar, kerja, atau green card dengan izin masuk ganda, dengan masa tinggal maksimal 180 hari serta persyaratan paspor, tiket pulang‑pergi, dan bukti akomodasi.
Di pasar valuta, dolar AS tetap perkasa; analis memperkirakan rupiah berfluktuasi antara Rp17.380‑17.430 per dolar pada 11 Mei 2026 akibat ketegangan geopolitik AS‑Iran dan kebijakan ketat Federal Reserve.
Iran menanggapi proposal perdamaian terbaru Amerika Serikat dengan menekankan fokus pada penghentian agresi, menunda pembahasan isu nuklir hingga tahap berikutnya dalam negosiasi yang dipermudah oleh Pakistan.
Serangkaian agenda olahraga, energi, visa, dan diplomasi menunjukkan pengaruh luas Amerika Serikat di kawasan menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







