Pertamina Dorong UMKM, Tambah Pasokan BBM di Labuan Bajo, dan Sesuaikan Harga Bahan Bakar 2026

Pertamina Dorong UMKM, Tambah Pasokan BBM di Labuan Bajo, dan Sesuaikan Harga Bahan Bakar 2026

Suara Pecari | Pertamina meluncurkan serangkaian inisiatif pada 2026 yang mencakup dukungan kepada UMKM, peningkatan pasokan BBM di destinasi wisata, serta penyesuaian harga bahan bakar nasional. Langkah-langkah tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok energi dan menstabilkan pasar domestik.

Dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026, jaringan UMKM binaan Pertamina mencatat total transaksi potensial senilai Rp10,6 miliar, menandai peluang usaha signifikan di sektor energi dan logistik. Data tersebut diungkapkan oleh pihak Pertamina dalam laporan resmi pameran.

Manajemen Pertamina menilai pencapaian ini sebagai bukti efektivitas program pembinaan yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pasar grosir nasional. Mereka menegaskan komitmen untuk memperluas jaringan kemitraan di tahun-tahun mendatang.

Pada periode high season pariwisata, Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dengan total 152 kiloliter yang mencakup pertalite, pertamax, dex, dan biosolar. Penambahan tersebut dirancang untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar kapal wisata.

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa distribusi hari ini meliputi 32 KL pertalite, 56 KL pertamax, 40 KL dex, dan 24 KL biosolar. Ia menambahkan langkah ini sebagai mitigasi guna menjaga kelancaran operasional kapal pinisi dan speedboat.

Selain BBM, Pertamina Patra Niaga memperluas akses LPG non-subsidi melalui peluncuran outlet Bright Gas di jaringan toko Sampoerna Retail Community Indonesia (SRC). Inisiatif ini dimulai di Bandung pada 9 Mei 2026.

Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, menyatakan kolaborasi dengan SRC memudahkan konsumen memperoleh LPG berkualitas tanpa subsidi. Ia menekankan rencana ekspansi lebih luas ke seluruh wilayah Indonesia.

Harga BBM Pertamina pada 9 Mei 2026 menunjukkan variasi regional, dengan pertamax turbo mencapai Rp19.900 per liter di DKI Jakarta, sementara pertamax tetap Rp12.300 per liter secara nasional. Dexlite dipatok Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter.

Bandingkan dengan kompetitor, BP menurunkan harga Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter, sementara Vivo Energy mempertahankan harga diesel primus di Rp30.890 per liter. Pertamina tidak melakukan perubahan harga tambahan selain penyesuaian reguler pada awal Mei.

Penyesuaian harga tersebut mengikuti Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang memperbaharui formula perhitungan harga dasar bahan bakar. Kebijakan ini berupaya menyeimbangkan inflasi energi dengan kepentingan konsumen.

Penguatan pasokan BBM di Labuan Bajo diperkirakan mendukung ribuan wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Komodo pada musim puncak. Sementara itu, ketersediaan LPG melalui outlet Bright Gas meningkatkan akses energi bersih bagi rumah tangga dan usaha mikro.

Secara keseluruhan, upaya terpadu Pertamina pada 2026 menegaskan peran strategis perusahaan dalam menggerakkan ekonomi, mendukung UMKM, dan memastikan ketersediaan energi yang stabil bagi sektor pariwisata dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan