Film “Salt” Tayang di Trans TV, Menghadirkan Thriller CIA Berpadu Intrik Spionase
Suara Pecari – 23 April 2026 | Trans TV akan menayangkan kembali film thriller aksi “Salt” pada Rabu, 22 April 2026 pukul 21.00 WIB.
Film yang disutradarai Phillip Noyce ini pertama kali dirilis pada 2010 dan berdurasi 104 menit.
Angeline Jolie kembali memerankan agen CIA Evelyn Salt, seorang operatif yang dituduh menjadi mata‑mata Rusia.
Liev Schreiber, Chiwetel Ejiofor, Daniel Olbrychski, serta sejumlah aktor lain mengisi peran pendukung dalam narasi yang penuh ketegangan.
Alur film dimulai dengan interogasi seorang pembelot Rusia, Oleg Orlov, yang mengungkap jaringan mata‑mata yang menyusup ke pemerintah Amerika Serikat.
Orlov menuduh Salt sebagai agen KA‑12 yang akan mengeksekusi rencana pembunuhan terhadap presiden Rusia pada upacara pemakaman wakil presiden AS.
Tes detektor kebohongan menguatkan klaim Orlov, membuat CIA menanggapi tuduhan itu dengan tindakan penahanan dan penyelidikan internal.
Salt menolak tuduhan tersebut dan melarikan diri untuk melindungi suaminya, yang menjadi sasaran ancaman selanjutnya.
Pelarian tersebut memicu kejar‑kejaran antara Salt, agen‑agen CIA, serta unit intelijen lain yang berusaha menangkapnya.
Selama pengejaran, Salt memanfaatkan keahlian taktis, penyamaran, dan kecepatan dalam melumpuhkan lawan secara efektif.
Penonton diajak menyusuri serangkaian adegan aksi, mulai dari kejar‑kejaran mobil di jalan raya hingga infiltrasi ke fasilitas militer.
Kisah film mengangkat pertanyaan tentang identitas, loyalitas, dan batas moral seorang agen yang berada di tengah konspirasi besar.
Sebagian kritikus menganggap “Salt” tetap relevan karena menyoroti isu‑isu spionase modern dan manipulasi informasi.
Trans TV menyiapkan tayangan dalam format high‑definition, serta menyediakan layanan streaming melalui situs resmi dan aplikasi detikcom.
Jadwal penayangan menyesuaikan dengan program malam Trans TV, menggantikan slot program hiburan lainnya pada pukul 21.00 WIB.
Bagi pemirsa yang melewatkan siaran, film dapat diakses kembali selama 48 jam melalui layanan video‑on‑demand Trans Vision.
Produser film menyatakan bahwa keputusan menayangkan kembali “Salt” bertujuan memperkenalkan kembali aksi klasik kepada generasi penonton baru.
Salah satu penonton yang menyaksikan tayangan perdana mengungkapkan, “Film ini menegangkan dan menantang pandangan tentang siapa yang dapat dipercaya dalam dunia intelijen.”
Sementara itu, pengamat politik menilai bahwa tema film sejalan dengan kekhawatiran publik tentang infiltrasi asing dalam kebijakan dalam negeri.
Film ini menampilkan tokoh Presiden Howard Lewis, yang diperankan oleh Hunt Block, sebagai figur yang terancam oleh rencana pembunuhan.
Karakter Ted Winter, diperankan oleh Liev Schreiber, berperan sebagai kolega Salt yang berusaha mengungkap kebenaran di balik tuduhan.
Selain aksi, “Salt” menyentuh aspek pribadi, termasuk hubungan pernikahan Salt yang terancam oleh tekanan operasional.
Puncak film memperlihatkan Salt menembus fasilitas tinggi keamanan, mengungkap identitas dalang konspirasi, dan meninggalkan akhir terbuka.
Akhir yang menggantung memberikan ruang bagi penonton untuk mendiskusikan kemungkinan kelanjutan cerita dalam sequel atau adaptasi lain.
Dengan penayangan ini, Trans TV berharap meningkatkan minat publik terhadap genre thriller spionase sekaligus menghidupkan kembali karya sinematik tahun 2010.
Penayangan “Salt” pada malam itu menandai kembali kehadiran film aksi berbasis intelijen dalam slot primetime televisi Indonesia.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







