BMKG Prediksi Terjadi Dinamika Atmosfer Sepekan Terkait El Nino

BMKG Prediksi Terjadi Dinamika Atmosfer Sepekan Terkait El Nino

Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi dinamika atmosfer di langit Indonesia selama sepekan ke depan. Selama sepekan ke depan, masyarakat Indonesia akan menjalani aktivitas dalam suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

BMKG mengatakan, analisis indikator iklim global terkini menunjukkan indikasi ‘El Nino Condition’ di Samudra Pasifik. Indikasi ini terkonfirmasi melalui indeks Nino 3.4 sebesar +0,68 dan nilai SOI sebesar -12,5.

Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan. Khususnya di wilayah Indonesia bagian Utara, terdapat potensi pembentukan awan hujan yang signifikan.

BMKG juga memprakirakan, bibit siklon 99W akan berada di Samudra Pasifik utara Papua Nugini. Sistem ini akan membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari Papua Barat hingga Teluk Cendrawasih, di Pesisir barat Papua Barat Daya.

Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat daya Banten, dan Laut Sulu. Sistem-sistem tersebut akan membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan barat Bengkulu, Perairan barat Sumatra Utara, serta sekitar sirkulasi siklonik tersebut.

BMKG menuturkan, aktivitas ‘Madden-Julian Oscillation’ (MJO) yang diproyeksikan menuju fase 6 (Western Pacific) diprediksi masih aktif secara spasial. Terutama di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga wilayah Papua.

Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif melintasi wilayah Aceh. Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

BMKG menegaskan, Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat diprakirakan aktif di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. Lalu, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Aktivitas Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga diperkirakan aktif di wilayah Aceh bagian utara. Aktivitas MJO dan gelombang-gelombang atmosfer tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan wilayah dilaluinya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan