Penutupan Alfamart dan Indomart Tidak Disebabkan oleh Koperasi Desa Merah Putih

Penutupan Alfamart dan Indomart Tidak Disebabkan oleh Koperasi Desa Merah Putih

Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Guna menanggapi isu penutupan sejumlah gerai minimarket modern, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, menyampaikan bahwa penutupan bukan disebabkan oleh program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan zonasi dan tata ruang.

Suroto juga menyoroti praktik monopoli usaha ritel modern yang dinilai berlebihan. Ia menilai bahwa ekspansi ritel modern telah menjangkau kawasan perkampungan dan permukiman warga, sehingga jumlah gerai Alfamart dan Indomaret melampaui 40 ribu outlet nasional.

Suroto menyebut bahwa kebijakan zonasi diterapkan ketat di negara Eropa dan Amerika Serikat. Menurutnya, aturan tersebut penting untuk menjaga persaingan usaha tetap sehat dan adil. Ia menilai bahwa dominasi perusahaan besar berpotensi memengaruhi harga dan pola konsumsi masyarakat.

Suroto menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih menjadi jalur distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Koperasi tersebut terhubung langsung dengan pabrikan dan prinsipal produk nasional. Ia menambahkan bahwa seluruh unit usaha koperasi dimiliki masyarakat desa dan kelurahan setempat, sehingga manfaat ekonominya dapat langsung dirasakan warga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan