Kapolda Bali Hadiri Peresmian Pembangunan PSEL Desa Pedungan: Langkah Nyata Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

Kapolda Bali Hadiri Peresmian Pembangunan PSEL Desa Pedungan: Langkah Nyata Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

Denpasar, 16 Juli 2026 – Langkah Strategis Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar

Suara Pecari, Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, resmi dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026. Proyek strategis ini dihadiri oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyarto, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Bali. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin mendesak di Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Latar Belakang: Darurat Sampah di Bali

Bali, sebagai destinasi wisata internasional, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Volume sampah di Kota Denpasar terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, produksi sampah harian mencapai lebih dari 1.200 ton pada tahun 2025, dengan sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang sudah hampir penuh. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mencari solusi inovatif dan berkelanjutan. PSEL Desa Pedungan hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, dengan mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang ramah lingkungan.

Detail Proyek PSEL Desa Pedungan

AspekDetail
LokasiDesa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan
Kapasitas Olah Sampah500 ton per hari (fase awal)
Kapasitas Listrik Terpasang8 MW
TeknologiGasifikasi dan pirolisis ramah lingkungan
Target OperasiAkhir 2027
InvestasiRp 1,2 triliun (APBN dan swasta)

Dukungan Kapolda Bali dan Forkopimda

Dalam sambutannya, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan PSEL. “Pembangunan PSEL merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai bagi masyarakat,” ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menyukseskan proyek ini. “Kami siap mengamankan dan mendukung kelancaran pembangunan, serta memastikan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar,” tambahnya.

Pernyataan Gubernur Bali dan Pejabat Lain

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa PSEL Desa Pedungan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi. “Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Bali,” katanya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan program nasional pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan pengurangan emisi karbon. “Pemerintah pusat sangat mendukung inisiatif daerah yang inovatif seperti ini. PSEL tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga menghasilkan listrik yang dapat digunakan untuk kepentingan publik,” ujarnya.

Dampak dan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Pembangunan PSEL Desa Pedungan diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  • Mengurangi beban TPA Suwung: Dengan kapasitas olah 500 ton per hari, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat berkurang drastis, memperpanjang umur pakai TPA.
  • Menghasilkan energi listrik: Listrik yang dihasilkan sebesar 8 MW dapat memasok kebutuhan sekitar 8.000 rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Menciptakan lapangan kerja: Proyek ini menyerap tenaga kerja lokal selama konstruksi dan operasional, dengan prioritas bagi warga Desa Pedungan.
  • Mendorong pariwisata berkelanjutan: Pengelolaan sampah yang baik akan meningkatkan citra Bali sebagai destinasi ramah lingkungan, menarik wisatawan yang peduli lingkungan.
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca: Dengan teknologi gasifikasi, emisi metana dari sampah dapat ditekan, berkontribusi pada target penurunan emisi Indonesia.

Kronologi Peresmian

Acara peresmian dimulai pukul 09.00 WITA dengan sambutan dari Wali Kota Denpasar, dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Gubernur Bali. Setelah itu, dilakukan penandatanganan prasasti dan peninjauan lokasi pembangunan. Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Prosesi ini menandai dimulainya tahap konstruksi yang ditargetkan selesai dalam 18 bulan.

Implikasi bagi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Indonesia

Keberhasilan PSEL Desa Pedungan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi masalah sampah serupa. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mendorong pembangunan PSEL di berbagai kota besar. Bali, dengan potensi pariwisatanya, menjadi percontohan yang strategis. Jika proyek ini berjalan lancar, bukan tidak mungkin akan diikuti oleh daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Namun, tantangan yang perlu diantisipasi antara lain adalah penerimaan masyarakat terhadap teknologi pengolahan sampah, biaya operasional yang tinggi, dan kebutuhan akan regulasi yang mendukung.

Penutup

Di tengah hiruk-pikuk persoalan sampah yang kerap menjadi momok bagi kota-kota besar, peresmian pembangunan PSEL Desa Pedungan membawa secercah harapan. Dengan dukungan penuh dari Kapolda Bali, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat, proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol transformasi menuju Bali yang lebih hijau, bersih, dan mandiri energi. Kini, semua mata tertuju pada realisasi janji besar ini: mengubah masalah menjadi berkah, sampah menjadi cahaya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *