Mensos: Lansia Harus Jadi Aset Pembangunan

Mensos: Lansia Harus Jadi Aset Pembangunan

Suara Pecari | Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menegaskan lansia harus dipandang sebagai aset pembangunan. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Indonesia tengah memasuki fase ageing population atau meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, yang berpotensi menjadi bonus demografi kedua menuju Indonesia Emas 2045.

Lansia bukan beban pembangunan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi serta mendapat pemberdayaan. Menurut proyeksi Badan Pusat Statistik, jumlah lansia Indonesia diperkirakan mencapai 65,82 juta jiwa pada 2045, yang setara dengan 20,31 persen dari total penduduk Indonesia.

Upaya menjaga kesehatan dan produktivitas lansia sangat penting agar mereka dapat tetap berkontribusi dalam pembangunan nasional. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 mengusung tema ‘Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh’ dan diiringi dengan berbagai layanan bagi lansia, seperti operasi katarak gratis, pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, dan bantuan ATENSI.

Puncak peringatan HLUN 2026 digelar di Nusa Tenggara Timur, dengan kegiatan diprioritaskan di wilayah dengan jumlah lansia miskin tinggi, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta kawasan urban rentan. Kementerian Sosial menegaskan peringatan HLUN tahun ini tidak berfokus pada seremoni besar, melainkan program diarahkan agar memberi manfaat langsung bagi para lansia di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan