KAI Tutup 116 Perlintasan Kereta Api Berisiko Tinggi

KAI Tutup 116 Perlintasan Kereta Api Berisiko Tinggi

Suara Pecari | Berikut adalah informasi terkait penutupan perlintasan kereta api yang berisiko tinggi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurut KAI, ada 116 titik perlintasan sebidang yang telah ditutup untuk meningkatkan keselamatan perjalanan. Langkah ini merupakan bagian dari target penutupan 172 perlintasan prioritas, yang telah mencapai 67 persen dari target awal.

Penutupan perlintasan ini dilakukan sebagai bagian dari program penanganan komprehensif terhadap ribuan titik perlintasan kereta tidak terjaga. KAI mencatat ada 1.810 perlintasan kereta api tidak terjaga yang tersebar secara nasional. Sebanyak 1.638 titik menjadi prioritas peningkatan keselamatan dan pengamanan melalui berbagai langkah di lapangan.

Program penutupan perlintasan ini melibatkan kolaborasi kuat dengan berbagai pihak. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan karena setiap perlintasan memiliki karakteristik lingkungan serta penanganan yang berbeda. KAI mencatat sebanyak 1.074 kecelakaan perlintasan sebidang terjadi sejak tahun 2023 hingga 24 Mei 2026. Insiden tersebut mengakibatkan total 964 korban dengan rincian sebanyak 370 orang meninggal dunia.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini kecelakaan. Masyarakat sekitar diimbau untuk tidak membuka kembali secara mandiri perlintasan sebidang yang telah resmi ditutup. KAI berkomitmen terus mempercepat penyelesaian sisa 56 titik perlintasan yang masih dalam proses penutupan.

Penutupan perlintasan ini diharapkan dapat menciptakan perjalanan kereta api yang jauh lebih aman dan selamat. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan dan operasional kereta api.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan