LPDB Kawal Hilirisasi Tebu: Koperasi Kunci Swasembada Gula Nasional
Suara Pecari | Langkah strategis dalam memperkuat industri gula nasional berbasis koperasi terus digalakkan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menghadiri penandatanganan kerja sama antara Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, dan PT Indogula Jayabaya di Kediri, Jawa Timur. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya LPDB Kawal Hilirisasi Tebu LPP RRI, yang mengintegrasikan petani, koperasi, dan industri pengolahan dalam satu rantai nilai.
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa model kemitraan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan mewujudkan swasembada gula. “Kerja sama ini menunjukkan koperasi mampu menjadi pelaku utama dalam produksi, distribusi, dan hilirisasi. Untuk menuju swasembada gula sesuai arahan Presiden, kita akan mengurangi impor gula dan menggenjot produksi nasional,” ujarnya. Ia juga berharap pengembangan industri gula berbasis koperasi dapat melibatkan lebih banyak petani dan masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Staf Khusus Menteri Koperasi, dan Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto turut mendampingi. Krisdianto menyambut baik kemitraan ini, menekankan bahwa LPDB Kawal Hilirisasi Tebu LPP RRI tidak hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga katalisator pengembangan ekosistem usaha koperasi. “Kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana pembiayaan koperasi mendorong industri berbasis koperasi yang memberikan nilai tambah bagi anggota dan petani,” katanya.
Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat, yang telah menerima pembiayaan dana bergulir LPDB pada 2025, kini memperkuat pengembangan industri gula melalui PT Indogula Jayabaya. Sementara itu, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri memiliki basis kuat di sektor pemasaran dan distribusi komoditas pertanian. Kolaborasi ini menargetkan rantai pasok gula nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Krisdianto menambahkan bahwa sektor gula merupakan sektor strategis dengan dampak luas terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan. LPDB terus mendukung koperasi produktif yang berorientasi hilirisasi. “Model bisnis ini mengintegrasikan petani tebu, koperasi pemasaran, industri pengolahan, hingga akses pasar. Dengan ekosistem kuat, koperasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri gula,” jelasnya. Ia berharap kemitraan ini menjadi role model bagi pengembangan koperasi sektor riil di daerah lain.
Melalui inisiatif LPDB Kawal Hilirisasi Tebu LPP RRI, para pihak optimis dapat meningkatkan produktivitas tebu, kapasitas pengolahan, dan memperkuat posisi petani dalam rantai nilai. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, dan mempercepat transformasi ekonomi berbasis koperasi.
Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong swasembada gula nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Dengan integrasi hulu-hilir, koperasi tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam industri gula. LPDB Kawal Hilirisasi Tebu LPP RRI menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberdayakan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









