APWNU Perkuat Kemitraan Strategis di Harlah ke 2
Suara Pecari | Jakarta – Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) menandai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-2 dengan menggelar acara bertajuk “2 Tahun Mengabdi, Sinergi untuk Negeri” di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan organisasi selama dua tahun, tetapi juga menjadi ajang penguatan kemitraan strategis dan peluncuran program-program inovatif. Dengan mengusung semangat kolaborasi, APWNU bertekad untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertambangan rakyat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penandatanganan Kerja Sama dengan Tujuh Mitra Strategis
Sekretaris Jenderal APWNU, Joko Suprianto, mengungkapkan bahwa memasuki tahun kedua, organisasi memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tujuh mitra strategis dari beragam sektor usaha. Kerja sama tersebut mencakup bidang investasi, energi hijau, media, transformasi digital, dan pengembangan usaha. Ketujuh mitra yang bergabung adalah:
- PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia – investasi infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
- PT Mekar Asta Nusantara – pengembangan usaha pertanian dan perkebunan.
- Green Research Investment – riset dan investasi energi terbarukan.
- PT Titisan Batara Sakti – sektor pertambangan dan energi.
- PT Media Sembilan Bintang Nusantara – media dan publikasi.
- PT Nusantara Loka Mandiri – logistik dan distribusi.
- H. Slamet – investor individu.
Joko menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem investasi, mendorong adopsi energi hijau, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Dua tahun perjalanan APWNU merupakan bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui momentum Harlah ke-2 ini, kami ingin memperkuat sinergi untuk menghadirkan inovasi, investasi, pemberdayaan ekonomi umat, serta mendukung program pembangunan nasional,” ujar Joko dalam sambutannya.
Peluncuran Empat Program Nasional 2026
Selain penandatanganan MoU, APWNU juga meluncurkan empat program baru yang akan dijalankan secara nasional pada tahun 2026. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman melalui inovasi dan digitalisasi. Berikut adalah rinciannya:
| Nama Program | Deskripsi | Target Dampak |
|---|---|---|
| Hajj TV | Platform televisi digital yang menyajikan konten edukasi dan informasi seputar ibadah haji dan umrah. | Meningkatkan literasi keagamaan dan membantu calon jemaah haji. |
| Perpustakaan Digital APWNU | Aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan akses buku, jurnal, dan materi pembelajaran tentang pertambangan dan kewirausahaan. | Mendukung pendidikan dan riset di bidang pertambangan rakyat. |
| Buku “Obah Mamah” | Buku panduan pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. | Meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga. |
| NUSA Token | Token digital berbasis blockchain yang digunakan sebagai alat transaksi dalam ekosistem APWNU, termasuk untuk investasi dan perdagangan hasil tambang. | Mendorong inklusi keuangan dan transparansi transaksi. |
Joko menambahkan bahwa program-program ini merupakan wujud komitmen APWNU dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kegiatan pertambangan rakyat dan pemberdayaan ekonomi. “Kami ingin memastikan bahwa anggota kami tidak hanya menjadi penambang, tetapi juga melek teknologi dan mampu bersaing di era digital,” jelasnya.
Dukungan Kementerian Koperasi untuk Pertambangan Rakyat
Acara Harlah ke-2 APWNU juga dihadiri oleh Asisten Deputi Kemitraan Kedeputian Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Leonardi Pratama. Dalam sambutannya, Leonardi menekankan pentingnya badan hukum koperasi sebagai wadah legal bagi aktivitas pertambangan rakyat. Menurutnya, koperasi memberikan kepastian usaha sekaligus perlindungan bagi para penambang kecil.
Leonardi menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi telah menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi Nomor 12 Tahun 2025 yang memberikan ruang bagi koperasi untuk mengelola usaha pertambangan mineral dan batu bara. Saat ini, sejumlah koperasi di berbagai daerah tengah mengajukan perizinan usaha pertambangan sesuai ketentuan yang berlaku. “Koperasi tidak hanya sebagai lembaga untuk izin, tetapi juga mengelola penambang itu sesuai dengan peraturan. Sampai nanti hasilnya bisa benar-benar dinikmati oleh para anggota,” tegas Leonardi.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi bertanggung jawab memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan, termasuk memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelola usaha yang baik. Hal ini sejalan dengan visi APWNU yang mengedepankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dampak dan Implikasi bagi Industri dan Masyarakat
Penguatan kemitraan strategis APWNU diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi sektor pertambangan rakyat di Indonesia. Pertama, kerja sama dengan PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia membuka peluang pengembangan infrastruktur energi hijau di daerah pertambangan, yang selama ini identik dengan penggunaan bahan bakar fosil. Hal ini dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi operasional.
Kedua, peluncuran NUSA Token sebagai alat transaksi digital berpotensi meningkatkan inklusi keuangan bagi para penambang yang selama ini kesulitan mengakses perbankan konvensional. Dengan sistem blockchain, transaksi menjadi lebih transparan dan terhindar dari praktik rentenir.
Ketiga, dukungan regulasi dari Kementerian Koperasi memberikan kepastian hukum bagi koperasi pertambangan. Ini akan mendorong lebih banyak penambang rakyat untuk bergabung dalam koperasi, sehingga aktivitas mereka lebih terorganisir dan terlindungi.
Bagi masyarakat sekitar, program seperti Perpustakaan Digital APWNU dan buku “Obah Mamah” diharapkan dapat meningkatkan literasi dan keterampilan, sehingga tercipta lapangan kerja baru di luar sektor pertambangan. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor saja.
Penutup: Sinergi untuk Negeri yang Berkelanjutan
Peringatan Harlah ke-2 APWNU bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi dari semangat gotong royong dan inovasi. Dengan menjalin kemitraan lintas sektor, meluncurkan program berbasis digital, dan mendapatkan dukungan regulasi yang jelas, APWNU menunjukkan bahwa pertambangan rakyat dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan berkeadilan. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi organisasi serupa di Indonesia, bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang inklusif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









