RRI Fokuskan Penggunaan Anggaran untuk Dukung Layanan Publik dan Digitalisasi LPP RRI di Tengah Efisiensi APBN

RRI Fokuskan Penggunaan Anggaran untuk Dukung Layanan Publik dan Digitalisasi LPP RRI di Tengah Efisiensi APBN

Suara Pecari | Jakarta – Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menegaskan bahwa RRI fokuskan penggunaan anggaran untuk dukung layanan publik dan digitalisasi LPP RRI meskipun menghadapi penurunan pagu anggaran pada tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

“Pagu tertinggi kami capai di tahun 2021, yaitu sebesar Rp1,4 triliun. Namun saat itu pelaksanaan anggaran terdampak kebijakan efisiensi dan refocusing akibat pandemi COVID-19,” ujar Hendrasmo. Ia menambahkan bahwa pagu anggaran periode 2022 hingga 2025 relatif stabil dengan tren peningkatan bertahap, yang digunakan untuk mendukung transformasi digital dan penguatan layanan siaran publik.

Dengan penurunan pagu tahun 2026, RRI melakukan penajaman anggaran dan pemenuhan prioritas direktif Presiden sebesar Rp50,7 miliar, sehingga pagu efektif yang dapat digunakan menjadi Rp946,93 miliar. Hendrasmo menekankan bahwa RRI fokuskan penggunaan anggaran untuk dukung layanan publik dan digitalisasi LPP RRI, dengan mengutamakan program-program yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami menyikapi penurunan ini dengan optimalisasi program prioritas, penguatan efektivitas setiap rupiah yang kami gunakan. RRI fokuskan penggunaan anggaran untuk dukung layanan publik dan digitalisasi LPP RRI, karena itu adalah mandat utama kami sebagai lembaga penyiaran publik,” tegas Hendrasmo.

Langkah strategis yang diambil antara lain memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kualitas konten siaran, serta memperluas jangkauan layanan ke daerah-daerah terpencil. Transformasi digital menjadi fokus utama agar RRI mampu bersaing di era konvergensi media dan tetap relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.

“Kami percaya bahwa dengan efisiensi yang tepat, RRI tetap bisa memberikan layanan terbaik. RRI fokuskan penggunaan anggaran untuk dukung layanan publik dan digitalisasi LPP RRI, sehingga meskipun anggaran lebih kecil, output dan outcome yang dihasilkan justru lebih optimal,” lanjut Hendrasmo.

Komisi VII DPR RI mengapresiasi langkah RRI dalam menghadapi tantangan anggaran. Mereka berharap RRI dapat terus berinovasi dan menjaga independensi sebagai lembaga penyiaran publik. Ke depannya, RRI juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dari sumber-sumber non-APBN, seperti kerja sama komersial yang tidak mengganggu fungsi publik.

Dengan pagu efektif Rp946,93 miliar, RRI akan memprioritaskan belanja modal untuk peralatan digital, pengembangan platform streaming, serta pelatihan sumber daya manusia. Program siaran edukasi, kebudayaan, dan informasi publik akan tetap menjadi andalan. Hendrasmo optimis bahwa dengan komitmen seluruh insan RRI, target layanan publik dan digitalisasi dapat tercapai.

“Kami tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan bertransformasi. RRI fokuskan penggunaan anggaran untuk dukung layanan publik dan digitalisasi LPP RRI, dan itu menjadi komitmen kami ke depan,” pungkas Hendrasmo.

Pada akhirnya, langkah RRI ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah halangan untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan fokus pada efisiensi dan prioritas, RRI optimis dapat menjalankan perannya sebagai media publik yang kredibel dan modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan