Ghost in the Cell Pamit dari Bioskop, Raup 3,4 Juta Penonton: Sukses Besar Joko Anwar

Ghost in the Cell Pamit dari Bioskop, Raup 3,4 Juta Penonton: Sukses Besar Joko Anwar

Suara Pecari | Film horor fiksi ilmiah Ghost in the Cell resmi pamit dari bioskop Indonesia setelah tayang selama 55 hari. Kabar Pamit dari Bioskop Indonesia Film Ghost in the Cell Raup 3 4 Juta Penonton LPP RRI ini diumumkan langsung oleh sang sutradara, Joko Anwar, melalui akun Instagramnya pada Rabu, 10 Juni 2026. Dengan total penonton mencapai 3.376.865, film ini mencatatkan prestasi gemilang di industri perfilman Tanah Air.

Joko Anwar mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton yang telah mendukung perjalanan Ghost in the Cell. “Setelah 55 hari tayang di bioskop Indonesia, kami dari seluruh kru dan cast Ghost in the Cell pamit dari bioskop ya teman-teman. Terima kasih sudah jadi bagian dari keluarga besar Ghost in the Cell,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa film ini menjadi pengalaman berharga bagi semua yang terlibat, baik di depan maupun di belakang layar.

Kesuksesan Ghost in the Cell tidak hanya terbatas di dalam negeri. Film ini berhasil menembus pasar internasional dengan penjualan hak distribusi ke 148 negara, meningkat signifikan dari sebelumnya 86 negara. Joko Anwar berharap pencapaian ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak film Indonesia untuk dikenal di kancah global. “Ghost in the Cell, world salesnya bertambah, dari 86 sekarang jadi 148 negara. Ini sudah hampir seluruh dunia, mudah-mudahan yang nonton di luar sana pada suka dan mereka jadi nyari lebih banyak film Indonesia,” ujarnya.

Film yang diproduksi oleh Come and See Pictures bersama RAPI Films ini mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 16 April 2026. Dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Aming, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Morgan Oey, dan Endy Arfian, Ghost in the Cell berhasil memadukan elemen horor dan sains dengan apik. Jalan cerita yang menegangkan serta efek visual yang memukau menjadi daya tarik utama yang membuat penonton betah di bioskop.

Bagi Joko Anwar, film ini bukan sekadar tontonan, melainkan bagian penting dari perjalanan kariernya. “Ini adalah film dan experience kita bersama, semua yang kita lalui tidak pernah hilang dari ingatan kami. Perjalanan ini adalah salah satu highlight dari karir kami berkarya dan ini semua karena kalian,” ungkapnya. Keberhasilan Ghost in the Cell membuktikan bahwa film Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

Dengan raihan penonton yang fantastis, Pamit dari Bioskop Indonesia Film Ghost in the Cell Raup 3 4 Juta Penonton LPP RRI menjadi bukti nyata bahwa industri film nasional terus berkembang. Tidak hanya menghibur, film ini juga menginspirasi para sineas muda untuk terus berkarya dan berinovasi. Joko Anwar berharap kesuksesan ini dapat memicu produksi film-film berkualitas lainnya yang mampu menarik minat penonton asing.

Selama 55 hari penayangan, Ghost in the Cell berhasil mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak penggemar yang menyayangkan berakhirnya masa tayang film ini, namun mereka tetap bangga dengan pencapaian yang diraih. Kini, setelah Pamit dari Bioskop Indonesia Film Ghost in the Cell Raup 3 4 Juta Penonton LPP RRI, para penonton berharap film ini segera hadir di platform streaming agar bisa dinikmati kembali.

Secara keseluruhan, Ghost in the Cell telah menorehkan sejarah baru dalam perfilman Indonesia. Dengan lebih dari 3,3 juta penonton dan distribusi ke 148 negara, film ini menjadi salah satu yang terlaris dan paling sukses pada tahun 2026. Joko Anwar dan tim berhasil membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kreativitas, film Indonesia bisa mendunia. Pamit dari Bioskop Indonesia Film Ghost in the Cell Raup 3 4 Juta Penonton LPP RRI bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan industri film nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.