BGN Bekukan 41 Dapur MBG di Tangsel, Ini Penyebabnya

BGN Bekukan 41 Dapur MBG di Tangsel, Ini Penyebabnya

Suara Pecari | BGN Bekukan 41 Dapur MBG di Tangsel LPP RRI menjadi sorotan publik setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap puluhan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Tangerang Selatan. Dari total 131 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tercatat beroperasi di bawah program Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 41 dapur terpaksa dibekukan sementara. Keputusan ini diumumkan oleh Koordinator Wilayah BGN Kota Tangsel, Nindy Sabrina, pada Kamis, 11 Juni 2026.

BGN Bekukan 41 Dapur MBG di Tangsel LPP RRI bukanlah tindakan permanen. Nindy menegaskan bahwa suspend ini bersifat sementara untuk memberikan kesempatan perbaikan. “Ada suspend hingga hari ini 20 SPPG, enam suspend tapi sudah pengajuan untuk dilakukan pencabutan,” jelasnya. Setiap dapur diwajibkan memiliki surat siap operasional yang harus diperiksa, termasuk infrastruktur dan sertifikat laik higiene sanitasi. Berdasarkan petunjuk teknis, perbaikan harus diselesaikan dalam tiga bulan pertama. Jika dalam tiga kali suspend dapur tersebut tidak kunjung memenuhi standar, maka SPPG akan ditutup permanen.

Pembekuan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta pemerintah daerah untuk melakukan monitoring ketat terhadap program MBG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, menyatakan bahwa Pemkot Tangsel telah membentuk Satgas Percepatan Program MBG pada tahun 2026. “Hal ini maka kita konkritkan, jadi sebelumnya yang awalnya hanya ada saja sekarang difungsikan,” ucap Bambang. Satgas ini bertugas menerima masukan dari berbagai instansi terkait dan memberikan rekomendasi kepada BGN jika ditemukan pelanggaran petunjuk teknis.

BGN Bekukan 41 Dapur MBG di Tangsel LPP RRI menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan gizi gratis. Dengan adanya pembekuan ini, diharapkan seluruh dapur MBG di Tangsel dapat beroperasi sesuai standar yang ditetapkan, sehingga program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Langkah BGN ini juga menjadi peringatan bagi pengelola dapur lainnya untuk selalu mematuhi ketentuan yang berlaku.

Kesimpulannya, pembekuan 41 dapur MBG di Tangerang Selatan oleh BGN merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas dan higienitas makanan yang disajikan. Meskipun bersifat sementara, tindakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan satgas yang dibentuk, diharapkan seluruh dapur dapat segera beroperasi kembali setelah memenuhi persyaratan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.