Bae Sin Yeong Tinggalkan Persita: Akhir Era Gelandang Legendaris Asal Korea
Suara Pecari | Persita Tangerang resmi mengumumkan berakhirnya perjalanan Bae Sin Yeong bersama Pendekar Cisadane. Gelandang bertahan asal Korea Selatan itu meninggalkan Tangerang setelah lima tahun penuh dedikasi. Keputusan ini menandai berakhirnya era salah satu pemain asing paling berpengaruh dalam sejarah klub. Dalam lima musim berseragam ungu, Bae Sin Yeong mencatatkan total 196 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya salah satu pemain dengan kontribusi terlama dan terbanyak untuk Persita.
Perjalanan Karier Bae Sin Yeong di Persita
Bae Sin Yeong pertama kali bergabung dengan Persita Tangerang pada 16 Juni 2021 setelah sebelumnya memperkuat Suphanburi di Thailand. Kehadirannya langsung memberikan dampak signifikan di lini tengah. Ia menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan, sekaligus menjadi motor serangan dari lini kedua. Selama lima musim, Bae Sin Yeong konsisten menjadi pilihan utama pelatih. Berikut rincian penampilannya per musim:
| Musim | Penampilan | Gol |
|---|---|---|
| 2021-2022 | 34 | 2 |
| 2022-2023 | 32 | 3 |
| 2023-2024 | 26 | 1 |
| 2024-2025 | 29 | 2 |
| Total | 121 | 8 |
Data di atas adalah penampilan di Liga 1. Total 196 penampilan termasuk ajang Piala Indonesia dan turnamen pramusim. Konsistensi ini jarang ditemukan pada pemain asing di Indonesia, yang seringkali hanya bertahan satu atau dua musim.
Adaptasi dan Keterikatan dengan Tangerang
Bae Sin Yeong dikenal sebagai pribadi yang hangat dan mudah beradaptasi. Ia mengaku menyatu dengan Tangerang, budayanya, suporternya, dan kehidupan sehari-harinya. Bahkan, ia mengaku makanan di Tangerang terasa enak baginya. Hal ini menunjukkan bahwa Bae Sin Yeong tidak hanya menjadi pemain profesional, tetapi juga bagian dari komunitas. Setiap musim baru, ia selalu menegaskan bahwa kerja keras adalah kunci meraih kemenangan bersama tim. Sikap profesional dan rendah hati ini membuatnya dicintai rekan setim, pelatih, dan khususnya suporter Persita, The Pendekar.
Dampak Kepergian Bae Sin Yeong bagi Persita
Kepergian Bae Sin Yeong meninggalkan lubang besar di lini tengah Persita. Selama lima tahun, ia menjadi jangkar permainan tim. Tanpa dirinya, Persita harus mencari pengganti yang tidak hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga kepemimpinan di lapangan. Manajemen Persita menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusi, profesionalisme, dan loyalitasnya. Nomor punggung 33 yang ia kenakan akan selalu dikenang sebagai simbol kerja keras dan ketulusan seorang pejuang di lini tengah Pendekar Cisadane. Beberapa dampak yang perlu diantisipasi:
- Kehilangan Pemimpin Lapangan: Bae Sin Yeong sering menjadi kapten atau wakil kapten, mengatur tempo permainan dan memberikan instruksi. Tanpa dia, pemain lain harus mengambil peran tersebut.
- Kebutuhan Rekrutmen: Persita harus segera mencari gelandang bertahan asing atau lokal yang setara. Mengingat bursa transfer terbatas, ini bisa menjadi tantangan.
- Pengaruh pada Suporter: The Pendekar kehilangan idola. Hubungan emosional yang terbangun selama lima tahun tidak mudah digantikan.
Kronologi Karier Bae Sin Yeong
Bae Sin Yeong lahir 11 Juni 1992 di Gimcheon, Korea Selatan. Ia memulai karier profesional bersama Suwon FC di K League 2 pada Januari 2015. Perjalanannya melewati beberapa klub dan peminjaman:
- 2015-2017: Suwon FC (K League 2) – 58 penampilan, 4 gol.
- 2018: Dipinjamkan ke Ansan Greeners (K League 2) – 28 penampilan, 2 gol.
- 2019: Kembali ke Suwon FC, lalu pindah ke Suphanburi (Thai League) – 30 penampilan, 1 gol.
- 2020-2021: Suphanburi (Thai League) – 22 penampilan, 0 gol.
- 2021-2025: Persita Tangerang (Liga 1 Indonesia) – 196 penampilan, 8 gol.
Total penampilan profesionalnya mencapai lebih dari 300 pertandingan, sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain yang memulai dari kasta kedua Korea.
Implikasi bagi Liga 1 Indonesia
Kepergian Bae Sin Yeong juga menjadi catatan bagi Liga 1. Ia adalah contoh pemain asing yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdedikasi lama. Hal ini jarang terjadi di liga yang sering dianggap sebagai ‘pensiun’ bagi pemain asing. Kepergiannya bisa menjadi sinyal bahwa Persita harus lebih serius dalam membangun skuad jangka panjang. Selain itu, klub-klub lain mungkin akan lebih selektif dalam merekrut pemain asing, tidak hanya melihat kemampuan teknis tetapi juga faktor adaptasi dan loyalitas.
Penutup
Bae Sin Yeong mungkin telah pergi, tetapi warisannya di Persita Tangerang akan terus dikenang. Selama lima musim, ia tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga bagian dari keluarga besar Pendekar Cisadane. Nomor punggung 33 akan tetap hidup di hati suporter. Kini, Persita harus bangkit dan melanjutkan perjuangan tanpa sang gelandang legendaris. Bagi Bae Sin Yeong, petualangan baru menanti, tetapi Tangerang akan selalu menjadi rumah kedua baginya. Selamat jalan, Bae Sin Yeong. Terima kasih untuk setiap tetes keringat dan dedikasi yang telah kau berikan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










