TVRI Gandeng Maxstream hingga K-Vision untuk Perluas Akses Siaran Piala Dunia 2026

TVRI Gandeng Maxstream hingga K-Vision untuk Perluas Akses Siaran Piala Dunia 2026

Suara Pecari | Jakarta – Lembaga Penyiaran Publik TVRI mengambil langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati siaran Piala Dunia 2026 tanpa hambatan. Tidak hanya mengandalkan siaran terestrial atau antena biasa, TVRI menggandeng sejumlah platform digital dan televisi berlangganan guna memperluas jangkauan distribusi. Langkah ini menjadi respons atas masih adanya kendala akses siaran di berbagai daerah, terutama di wilayah yang sulit menerima sinyal Free to Air (FTA).

Komitmen TVRI: Kualitas Layanan dan Optimalisasi Jangkauan

Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, menegaskan bahwa komitmen utama TVRI adalah memberikan kualitas layanan terbaik sekaligus mengoptimalkan jangkauan siaran. “Kita paham bahwa TVRI memiliki dua channel untuk penyiaran Piala Dunia, ada TVRI Nasional dan TVRI Sport untuk FTA-nya,” ujarnya saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Dengan dua kanal tersebut, TVRI berusaha menjangkau sebanyak mungkin pemirsa melalui siaran gratis.

Namun, TVRI menyadari bahwa tidak semua wilayah di Indonesia memiliki akses yang baik terhadap siaran terestrial digital. Kondisi geografis yang beragam, seperti pegunungan dan kepulauan, seringkali menjadi penghalang. Oleh karena itu, TVRI mengembangkan strategi multi-platform untuk memastikan setiap warga negara dapat menyaksikan pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia.

Langkah Strategis: Kolaborasi dengan Platform OTT dan DTH

Untuk memperluas akses, TVRI menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra Over The Top (OTT), yakni Maxstream dan Afola Play. Kedua platform ini memungkinkan masyarakat menonton siaran melalui perangkat mobile atau smart TV dengan koneksi internet. Selain itu, TVRI juga menggandeng layanan Direct to Home (DTH) seperti Transvision, K-Vision, dan Indovision. Langkah ini memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah dengan infrastruktur siaran terestrial yang terbatas.

Berikut adalah daftar mitra distribusi siaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI:

Jenis LayananNama Platform
OTT (Over The Top)Maxstream, Afola Play
DTH (Direct to Home)Transvision, K-Vision, Indovision
FTA (Free to Air)TVRI Nasional, TVRI Sport

Menurut Tubagus Fiki, kerja sama ini merupakan ikhtiar TVRI agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menikmati pertandingan. “Terutama bagi wilayah yang masih menghadapi kendala penerimaan siaran melalui antena,” tambahnya.

Mengatasi Kendala Teknis: Sosialisasi dan Edukasi

TVRI mencatat banyak pertanyaan masyarakat yang masuk berkaitan dengan cara mengakses tayangan Piala Dunia. Keluhan yang diterima umumnya terkait pemindaian ulang kanal televisi digital, pemasangan antena, hingga penyesuaian arah antena. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya beralih ke televisi digital atau belum memahami cara mengoptimalkan perangkat mereka.

“Sejak sebelum Piala Dunia mulai, kita mulai mengampanyekan lagi, menyosialisasikan lagi bagaimana untuk bisa tracking, scan channel. Terus pemasangan antena, arah yang kemudian bisa lebih jelas, dan seterusnya,” jelas Tubagus Fiki. TVRI gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, website resmi, dan siaran langsung, untuk memberikan panduan teknis yang mudah dipahami.

Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan TVRI untuk mengatasi kendala akses siaran:

  • Lakukan pemindaian ulang (scan) kanal televisi digital pada perangkat TV atau set-top box secara berkala.
  • Pastikan antena terpasang dengan benar dan menghadap ke arah pemancar TVRI terdekat.
  • Gunakan antena berkualitas baik yang sesuai dengan frekuensi digital.
  • Jika kesulitan, manfaatkan platform OTT atau DTH sebagai alternatif.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri

Langkah TVRI ini membawa dampak positif yang signifikan. Pertama, masyarakat di daerah terpencil yang sebelumnya sulit menonton Piala Dunia kini memiliki akses melalui layanan DTH seperti K-Vision yang menggunakan satelit. Kedua, generasi muda yang lebih akrab dengan perangkat mobile dapat menikmati siaran melalui Maxstream atau Afola Play. Ketiga, kerja sama ini juga mendorong pertumbuhan industri OTT dan DTH di Indonesia, menciptakan ekosistem penyiaran yang lebih inklusif.

Namun, tantangan tetap ada. Tidak semua masyarakat memiliki akses internet yang stabil untuk layanan OTT, dan biaya berlangganan DTH mungkin menjadi kendala bagi sebagian kalangan. Oleh karena itu, TVRI tetap mempertahankan siaran FTA sebagai pilihan utama yang gratis. Sinergi antara ketiga jenis layanan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Penutup: Menyaksikan Piala Dunia Bersama TVRI

Dengan sosialisasi yang masif dan perluasan distribusi lintas platform, TVRI berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati siaran Piala Dunia 2026 dengan kualitas optimal tanpa terkendala persoalan teknis. Komitmen TVRI untuk terus berinovasi dalam menjangkau pemirsa di seluruh pelosok negeri patut diapresiasi. Kini, tidak ada alasan lagi untuk melewatkan setiap momen seru pertandingan sepak bola dunia. Nyalakan televisi, buka aplikasi, atau aktifkan dekoder Anda – Piala Dunia 2026 siap menyapa Anda melalui TVRI.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan