Monitoring Desa, Sekda Padangsidimpuan Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Monitoring Desa, Sekda Padangsidimpuan Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Monitoring Desa Huta Padang: Langkah Strategis Pemerintah Kota Padangsidimpuan

Suara Pecari, Padangsidimpuan, 21 Juli 2026 – Pemerintah Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui program inovatif. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, secara langsung menghadiri kegiatan Monitoring Desa/Kelurahan Kategori “Aku Hatinya PKK” yang digelar oleh Tim Monitoring Provinsi Sumatera Utara di Desa Huta Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan monitoring berkala dari Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara terhadap program unggulan “Aku Hatinya PKK” (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman). Program tersebut fokus pada penguatan ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah.

Kegiatan monitoring ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan upaya konkret untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran Sekda bersama tim monitoring provinsi menunjukkan tingginya perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Desa Huta Padang sendiri dipilih sebagai lokasi monitoring karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pekarangan produktif.

Sambutan Sekda: Apresiasi dan Instruksi Tegas

Dalam sambutannya di hadapan Tim Monitoring Provinsi Sumatera Utara, jajaran pemerintah desa, kader PKK, dan warga setempat, H. Rahmat Marzuki Nasution menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Atas nama Pemerintah Kota Padangsidimpuan, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh Tim Monitoring Provinsi Sumatera Utara di Desa Huta Padang. Kehadiran tim monitoring menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKK di daerah ini,” ujar Sekda dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Sekda memberikan instruksi tegas kepada jajaran pemerintahan desa hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat kolaborasi. Instruksi tersebut mencakup tiga poin utama yang harus dijalankan secara konsisten:

  • Dukungan Desa: Kepala Desa dan perangkatnya diminta memberikan dukungan penuh kepada para kader PKK di lapangan, termasuk dalam hal penyediaan sarana dan prasarana.
  • Sinergi OPD: Organisasi Perangkat Daerah dilarang berjalan sendiri-sendiri dan diwajibkan melakukan pendampingan lintas sektor secara konsisten. Setiap OPD harus terintegrasi dalam mendukung program ini.
  • Budaya Masyarakat: Mengajak kader dan warga menjadikan pemanfaatan pekarangan sebagai budaya atau gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar proyek temporer.

Sekda menekankan bahwa program “Aku Hatinya PKK” tidak akan berhasil tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, kader, dan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bahu-membahu mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang mandiri.

Program Aku Hatinya PKK: Mewujudkan Pekarangan Produktif

Program “Aku Hatinya PKK” merupakan inisiatif nasional yang diadopsi oleh TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah menjadi area produktif yang dapat mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan, keluarga dapat menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat, dan bahkan beternak ikan atau unggas dalam skala kecil.

Berikut adalah gambaran umum program “Aku Hatinya PKK” di Kota Padangsidimpuan:

AspekDeskripsi
Tujuan UtamaMeningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi pekarangan
SasaranSeluruh desa/kelurahan di Kota Padangsidimpuan
PendekatanPemberdayaan kader PKK dan warga melalui pelatihan, pendampingan, dan monitoring
Indikator KeberhasilanJumlah pekarangan produktif, peningkatan konsumsi pangan lokal, penghematan belanja rumah tangga
Dukungan PemerintahBantuan bibit, alat pertanian sederhana, dan pelatihan teknis

Program ini juga sejalan dengan program nasional pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Dengan mengoptimalkan pekarangan, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga melalui penjualan hasil panen.

Apresiasi Camat: Antusiasme Warga dan Kolaborasi yang Baik

Camat Padangsidimpuan Hutaimbaru, Rivaldi Rafsanjani Nasution, turut memberikan apresiasi atas antusiasme warga Desa Huta Padang. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari partisipasi aktif warga yang telah mengubah pekarangan rumah mereka menjadi lahan produktif. “Mengubah pekarangan rumah menjadi lahan produktif tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomis bagi keluarga. Kami melihat banyak warga yang mulai menanam sayuran dan tanaman obat di halaman rumah mereka,” ujar Rivaldi.

Rivaldi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak. “Keberhasilan program Aku Hatinya PKK ini tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tim penggerak PKK, kader, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar program dapat berkelanjutan,” pungkasnya.

Antusiasme warga Desa Huta Padang terlihat dari banyaknya pekarangan yang telah ditanami berbagai jenis tanaman. Beberapa warga bahkan mulai memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk budidaya ikan lele dalam ember atau kolam terpal. Inovasi-inovasi seperti ini menunjukkan bahwa program “Aku Hatinya PKK” telah berhasil mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang ada.

Dampak dan Implikasi Monitoring Desa bagi Masyarakat

Kegiatan monitoring desa seperti yang dilakukan di Desa Huta Padang memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga bagi kebijakan pemerintah daerah. Beberapa dampak dan implikasi dari monitoring ini antara lain:

  • Peningkatan Kualitas Program: Dengan adanya monitoring, pemerintah dapat mengidentifikasi kendala di lapangan dan segera mengambil tindakan perbaikan. Hal ini memastikan program berjalan efektif dan efisien.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Monitoring mendorong partisipasi aktif masyarakat karena mereka merasa diperhatikan dan didukung. Hal ini meningkatkan rasa memiliki terhadap program.
  • Efisiensi Anggaran: Dengan data monitoring yang akurat, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran, mengurangi pemborosan, dan memaksimalkan manfaat.
  • Model untuk Desa Lain: Keberhasilan Desa Huta Padang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kota Padangsidimpuan untuk mengadopsi praktik serupa.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pangan dari luar daerah, sekaligus meningkatkan kemandirian pangan keluarga. Hal ini sangat relevan mengingat tantangan global seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional.

Sinergi Lintas Sektor: Kunci Keberhasilan Program

Penekanan Sekda pada sinergi lintas sektor bukanlah tanpa alasan. Program “Aku Hatinya PKK” melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, OPD terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga TP PKK di berbagai tingkatan. Tanpa koordinasi yang baik, program ini berpotensi berjalan tumpang tindih atau bahkan saling bertentangan.

Oleh karena itu, Sekda menegaskan bahwa OPD dilarang berjalan sendiri-sendiri. Setiap OPD harus berperan sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing namun tetap terintegrasi dalam satu visi. Misalnya, Dinas Pertanian menyediakan bibit dan pelatihan teknis, Dinas Ketahanan Pangan melakukan pemantauan hasil panen, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa memfasilitasi kelembagaan kelompok tani.

Kolaborasi ini juga melibatkan unsur swasta dan akademisi jika diperlukan. Dengan sinergi yang kuat, program tidak hanya berjalan lancar tetapi juga dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mandiri.

Penutup: Menuju Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Monitoring desa di Desa Huta Padang menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Dengan sinergi lintas sektor yang ditekankan oleh Sekda, program “Aku Hatinya PKK” diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam keseharian masyarakat. Apresiasi dari Camat dan antusiasme warga menjadi modal berharga untuk mewujudkan desa yang mandiri pangan. Ke depannya, pemerintah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai target. Semoga langkah kecil di Desa Huta Padang ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Sumatera Utara untuk mengoptimalkan pekarangan dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *