Calon Paskibraka Bangka Jalani Karantina dan Pelatihan Intensif, Disiapkan Jadi Generasi Tangguh Berjiwa Pancasila
Suara Pecari, Sungailiat – Sebanyak 30 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bangka siap mengikuti karantina dan pelatihan intensif yang akan dimulai pada 30 Juli 2026 di Hotel Manunggal, Sungailiat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bangka, Romlan Ardie, mengonfirmasi bahwa para calon Paskibraka, yang terdiri dari 15 putra dan 15 putri, akan menjalani rangkaian pelatihan selama masa karantina hingga menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia.
Persiapan Matang Menuju HUT RI ke-81
Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Menurut Romlan Ardie, persiapan calon Paskibraka tahun ini lebih ditingkatkan, terutama dalam hal pembekalan mental ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
“Selama karantina, para peserta tidak hanya diajarkan teknik baris-berbaris (PBB) dan formasi pengibaran bendera, tetapi juga pembekalan mental ideologi Pancasila serta wawasan kebangsaan. Ini penting agar mereka tidak hanya mahir secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai kebangsaan,” ujar Romlan Ardie.
Materi Pelatihan: Fisik, Mental, dan Ideologi
Pelatihan akan difokuskan pada tiga aspek utama: fisik, mental, dan ideologi. Aspek fisik mencakup latihan baris-berbaris, formasi pengibaran bendera, serta ketahanan fisik melalui olahraga dan latihan lapangan. Sementara aspek mental dan ideologi akan diisi oleh berbagai narasumber, termasuk dari Kepolisian Resor (Kapolres), Komando Distrik Militer (Dandim), Purna Paskibraka, dan akademisi dari perguruan tinggi setempat.
“Akan ada pembekalan dari tim pelatih, baik dari Kapolres, Dandim, Purna Paskibraka, dari perguruan tinggi yang akan mengisi materi kepada calon-calon Paskibraka kita tahun 2026,” jelas Romlan Ardie.
Materi yang diberikan meliputi sejarah perjuangan bangsa, nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta wawasan kebangsaan untuk memperkuat rasa cinta tanah air. Dengan pembekalan ini, diharapkan para calon Paskibraka tidak hanya menjadi petugas upacara yang andal, tetapi juga duta Pancasila di lingkungan mereka masing-masing.
Peran TNI-Polri dan Purna Paskibraka
Pelatih Paskibraka Kabupaten Bangka, Serka Purnawirawan, menegaskan bahwa tim pelatih yang terdiri dari personel TNI dan Polri akan bekerja maksimal sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat.
“Kami akan bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan standar yang ditetapkan BPIP Pusat,” ujar Serka Purnawirawan.
Kolaborasi antara TNI, Polri, dan Purna Paskibraka ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan bimbingan yang komprehensif. Purna Paskibraka, misalnya, dapat berbagi pengalaman langsung tentang tugas dan tantangan saat bertugas di hari H, sehingga calon Paskibraka lebih siap secara mental.
Jadwal dan Fasilitas Selama Karantina
Karantina akan berlangsung di Hotel Manunggal, yang dipilih karena fasilitasnya yang memadai untuk mendukung kegiatan pelatihan. Selama masa karantina, panitia memastikan seluruh kebutuhan nutrisi, suplemen, dan kesehatan para peserta terpenuhi dengan baik. Hal ini penting agar para calon Paskibraka tetap dalam kondisi prima hingga puncak upacara pada 17 Agustus 2026.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jumlah Peserta | 30 orang (15 putra, 15 putri) |
| Lokasi Karantina | Hotel Manunggal, Sungailiat |
| Mulai Karantina | 30 Juli 2026 |
| Materi Pelatihan | PBB, formasi pengibaran, mental ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan |
| Narasumber | Kapolres, Dandim, Purna Paskibraka, akademisi |
| Dukungan Kesehatan | Nutrisi, suplemen, dan pemeriksaan kesehatan rutin |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Program pembentukan Paskibraka ini tidak hanya berdampak pada para peserta, tetapi juga pada masyarakat luas. Pertama, kehadiran Paskibraka yang terlatih dan bermental kuat dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk lebih mencintai tanah air dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Kedua, proses seleksi dan pelatihan yang ketat diharapkan dapat menekan angka perilaku negatif di kalangan remaja, seperti tawuran atau penyalahgunaan narkoba, karena mereka disibukkan dengan kegiatan positif.
Selain itu, keterlibatan berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan akademisi dalam pelatihan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan institusi pendidikan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam membangun karakter bangsa melalui program pembinaan ideologi Pancasila.
Penutup: Menyongsong HUT RI dengan Semangat Baru
Pelatihan dan karantina calon Paskibraka Kabupaten Bangka ini merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh, berwawasan kebangsaan, dan berjiwa Pancasila. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, para calon Paskibraka diharapkan dapat menjalankan tugas mulia pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan sempurna. Lebih dari sekadar pengibaran bendera, mereka adalah simbol harapan bangsa yang terus berjuang untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai luhur. Semoga semangat ini terus menyala dan menginspirasi generasi penerus di seluruh Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









