Anggota Komisi IX Minta Evaluasi Layanan BPJS usai Ramai Nakes Nirempati

Anggota Komisi IX Minta Evaluasi Layanan BPJS usai Ramai Nakes Nirempati

Suara Pecari – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Muh. Haris, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, peserta BPJS Kesehatan yang sempat mengeluhkan lamanya waktu tunggu ruang perawatan melalui media sosial. Selain itu, Haris menyoroti komentar tidak berempati yang diduga berasal dari sejumlah tenaga kesehatan terhadap unggahan tersebut.

Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan

Peristiwa tersebut menjadi sorotan penting untuk evaluasi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya terkait BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan etika profesi tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien. Haris menegaskan bahwa pasien yang sedang berjuang melawan penyakit harus mendapatkan pertolongan dan dukungan, bukan cibiran atau komentar merendahkan.

Keluhan Pasien sebagai Masukan

Menurut Haris, keluhan yang disampaikan pasien merupakan bagian dari proses evaluasi pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, respons yang tepat adalah mendengarkan, mengevaluasi, dan memperbaiki pelayanan, bukan membalas keluhan dengan komentar yang melukai. Empati harus menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme tenaga kesehatan.

Permintaan Evaluasi Layanan BPJS dan Rumah Sakit

Haris meminta pemerintah, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan, terutama terkait lamanya waktu tunggu pasien memperoleh ruang perawatan. Pelayanan kesehatan harus memberikan kepastian, kecepatan, dan rasa aman kepada masyarakat agar tidak timbul kesan bahwa menggunakan BPJS berarti harus menerima waktu tunggu panjang tanpa kepastian.

Perbaikan Ketersediaan dan Koordinasi

  • Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit harus ditingkatkan.
  • Tata kelola rujukan perlu dibenahi.
  • Koordinasi antar fasilitas kesehatan harus diperkuat agar pelayanan menjadi lebih cepat dan berkualitas.

Pembinaan Etika dan Literasi Media Sosial Tenaga Kesehatan

Haris juga mendorong organisasi profesi, rumah sakit, dan institusi pendidikan kesehatan untuk memperkuat pembinaan karakter, etika profesi, dan literasi bermedia sosial bagi tenaga kesehatan. Ia menekankan bahwa tindakan sebagian kecil oknum tenaga kesehatan yang tidak berempati tidak boleh mencederai kepercayaan publik terhadap profesi yang mulia ini.

Meningkatkan Kualitas Pelayanan yang Manusiawi

Tragedi yang menimpa Yurizal menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan fasilitas atau keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari penghormatan terhadap martabat pasien. Pelayanan kesehatan yang baik harus menyembuhkan penyakit sekaligus menghadirkan empati dan rasa kemanusiaan agar pasien tidak merasa sendirian saat mencari pertolongan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperbaiki dan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih manusiawi dan profesional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *