Tangis Ibu Eks Istri Brigadir ISH di DPR Peluk Foto Anak-Minta Usut Tuntas
Suara Pecari, Jakarta – Tangis Yestin Laia, ibu dari Winda Lorenza Gowasa (WLG), mantan istri Brigadir ISH, pecah saat menghadiri rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan. Yestin yang duduk di kursi roda sambil memeluk pigura foto anaknya, meminta agar kematian putrinya diusut tuntas tanpa ada yang mengaburkan fakta.
Permintaan Pengusutan Kasus Kematian Winda Lorenza
Yestin menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil rapat yang dinilainya belum menyeluruh, terutama terkait video makam Winda yang diduga telah digali tetapi tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait. Ia menegaskan fokus utama adalah mengungkap penyebab kematian anaknya apakah bunuh diri atau dibunuh.
“Saya masih kurang puas karena tadi ada video yang mau kami berikan tentang kuburan yang digali itu tidak ada tanggapan. Saya hanya mengejar proses kematian anak saya ini supaya diungkap,” ujar Yestin.
Harapan kepada Pihak Berwenang
Dalam suasana haru, Yestin juga meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan seluruh anggota DPR untuk mengusut kematian Winda secara tuntas dan transparan.
“Tolonglah, tolong Bapak Presiden, tolong Bapak Kapolri, Bapak DPR, Bapak Wakil Presiden, tolong semualah kami ini,” ucapnya sambil menangis.
Fokus Penyidikan di Rumah Brigadir ISH dan Orang Tua
Yestin menegaskan agar penyelidikan difokuskan pada kematian Winda yang terjadi di rumah Brigadir ISH dan rumah orang tua ISH, Imansyah Putra. Ia menyebut keluarga melihat sejumlah kejanggalan yang membuat mereka meragukan kematian tersebut sebagai bunuh diri dan menduga ada unsur penganiayaan.
“Menurut kami keluarga tidak sesuai dengan penglihatan kami bahwa itu bukan bunuh diri. Kami duga bahwa dia adalah dibunuh,” ujar Yestin.
Kejanggalan Waktu Kematian dan Proses Otopsi
Selain penyebab kematian, Yestin mempertanyakan waktu kematian Winda yang dinilai tidak konsisten. Ia menerima informasi kematian pada pukul 14.30 WIB, namun ada laporan makam sudah digali sebelum matahari terbit. Selain itu, Yestin mengaku belum mendapatkan hasil autopsi maupun informasi terkait proses otopsi dan olah TKP.
“Saya masih belum menerima hasil otopsi karena saya tidak pernah diberitahu waktu otopsi maupun olah TKP. Saya tidak ada hasil otopsi sampai saat ini,” katanya.
Permintaan Pengembalian Barang Pribadi Winda
Yestin juga meminta agar barang-barang pribadi putrinya, termasuk telepon seluler, emas, kalung, gelang, cincin, dan dokumen penting seperti KTP, dikembalikan kepada keluarga. Hal ini menjadi bagian dari upaya keluarga untuk mendapatkan kejelasan mengenai keadaan Winda sebelum meninggal.
Keterangan Resmi Polisi
Winda Lorenza Gowasa ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan. Polrestabes Medan menyatakan kematian Winda adalah bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Brigadir ISH.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan kesimpulan tersebut berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan Inafis, Laboratorium Forensik, dan autopsi. Hasil otopsi tidak menemukan tanda kekerasan lain selain luka tembak di kepala korban.
“Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam kamar mandi dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor,” ujar Kapolrestabes Medan.
Pentingnya Penyelidikan Transparan dan Tuntas
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial. Namun, keluarga dan pihak berwenang diharapkan dapat fokus pada fakta dan bukti yang ada agar penyelidikan berjalan objektif dan transparan. Upaya ini penting untuk memberikan keadilan bagi Winda Lorenza Gowasa dan menjawab semua pertanyaan terkait kematiannya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










