MRT Jakarta Ditargetkan Beroperasi Hingga Stasiun Kota pada 2029 dengan Progres 63%
Suara Pecari, Jakarta – Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Stasiun Kota telah mencapai progres sekitar 63 persen dan ditargetkan dapat digunakan oleh publik pada tahun 2029. Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyampaikan bahwa segmen Bundaran HI hingga Monas akan beroperasi lebih awal, diperkirakan mulai pertengahan tahun 2027.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan transportasi publik di Jakarta yang menghubungkan rute utara-selatan. Sebelum seluruh jalur sampai Kota selesai, masyarakat dapat memanfaatkan jalur Bundaran HI ke Monas terlebih dahulu. Di Stasiun Monas, tersedia dua akses pintu masuk, yaitu ke kawasan Monas dan Museum Nasional Indonesia, yang juga berperan sebagai simpul transportasi sekaligus ruang publik terintegrasi dengan kawasan wisata Monumen Nasional.
Progres Pembangunan dan Rencana Operasi Bertahap
Sejauh ini, progres pembangunan jalur MRT dari Bundaran HI ke Kota telah mencapai 63 persen. Segmen pertama dari Bundaran HI ke Monas diharapkan dapat rampung dan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan sampai Stasiun Kota dan kemudian ke Ancol sesuai mandat pemerintah.
Pembangunan Stasiun MRT Monas khususnya sudah mencapai 93,5 persen pada Juni 2026, dengan berbagai instalasi mekanikal dan elektrikal yang tengah diselesaikan serta penyempurnaan fasilitas pendukung.
Persiapan Jalur Timur-Barat MRT Jakarta
Selain pembangunan jalur utara-selatan, MRT Jakarta juga tengah menyiapkan jalur Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria hingga Tomang. Saat ini, proses tender untuk paket pekerjaan pembangunan jalur tersebut sedang berlangsung. Fokus pertama adalah pembangunan bagian bawah tanah (underground section) yang meliputi perempatan Bank Indonesia, Thamrin, Kebon Sirih menuju Kwitang Senen, serta persiapan alternatif depo di area Jakarta Timur.
Manfaat dan Dampak Jaringan MRT yang Diperluas
Perluasan jaringan MRT Jakarta ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga Jakarta, mengurangi kemacetan, serta menyediakan alternatif transportasi yang nyaman dan efisien. Integrasi stasiun MRT dengan kawasan wisata dan fasilitas publik seperti di Monas memberikan nilai tambah bagi pengguna dan mendukung pengembangan kawasan strategis ibu kota.
Pembangunan yang berjalan secara bertahap serta perencanaan yang matang memastikan bahwa fasilitas yang disediakan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Dengan target operasional penuh sampai Stasiun Kota pada 2029, MRT Jakarta semakin mendekatkan kota ini pada sistem transportasi massal modern yang terintegrasi dan mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










