DPRD Riau Minta Pemko Pekanbaru Kaji Matang Operasional Bus Listrik TMP

DPRD Riau Minta Pemko Pekanbaru Kaji Matang Operasional Bus Listrik TMP

Latar Belakang: Transportasi Publik Pekanbaru Menuju Era Elektrifikasi

Suara Pecari, Pemerintah Kota Pekanbaru tengah bersiap meluncurkan bus listrik sebagai bagian dari layanan Trans Metro Pekanbaru (TMP). Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan transportasi publik yang ramah lingkungan dan efisien di ibu kota Provinsi Riau. Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian mendalam, terutama dari sisi operasional. Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Pekanbaru, Ginda Burnama, mendorong agar Pemko Pekanbaru melakukan kajian menyeluruh sebelum bus listrik benar-benar beroperasi. Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi faktor kunci agar layanan transportasi publik ini dapat berjalan optimal dan diminati masyarakat.

Poin-Poin Penting dari Dorongan DPRD

  • Kejelasan Rute dan Cakupan Layanan: Ginda mempertanyakan apakah bus listrik hanya melayani wilayah Kota Pekanbaru atau juga menjangkau kawasan penyangga seperti Kabupaten Siak, Pelalawan, dan perbatasan Kabupaten Kampar. Hal ini penting untuk mengakomodasi mobilitas harian masyarakat yang bekerja atau bersekolah di Pekanbaru.
  • Integrasi dengan Angkutan Eksisting: Implementasi bus listrik tidak boleh menimbulkan tumpang tindih dengan layanan transportasi umum yang sudah beroperasi, seperti angkot, bus kota, atau ojek online. Diperlukan koordinasi agar semua moda transportasi saling melengkapi.
  • Kesiapan Armada dan Waktu Tunggu: Agar masyarakat tertarik, bus listrik harus memiliki armada yang cukup sehingga waktu tunggu tidak terlalu lama. Kenyamanan armada yang modern dan ber-AC menjadi daya tarik, namun harus diimbangi dengan jumlah unit yang memadai.

Kronologi dan Perkembangan Terkini

Wacana bus listrik di Pekanbaru sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2024, Pemko Pekanbaru bersama Kementerian Perhubungan melakukan studi kelayakan awal. Kemudian, pada awal 2026, pemerintah mengumumkan akan mengoperasikan 20 unit bus listrik pada koridor utama TMP. Namun, hingga Juli 2026, rencana tersebut masih dalam tahap finalisasi. Ginda Burnama menyampaikan dorongannya pada Minggu, 5 Juli 2026, menekankan pentingnya kajian komprehensif.

Analisis Dampak dan Implikasi

Bagi Masyarakat

Jika bus listrik beroperasi dengan rute yang tepat dan cakupan luas, masyarakat di kawasan penyangga akan merasakan manfaat langsung. Mobilitas menjadi lebih mudah dan murah, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Namun, jika rute tidak menjangkau daerah pinggiran, minat masyarakat bisa rendah, dan investasi bus listrik menjadi sia-sia.

Bagi Pemerintah Daerah

Keberhasilan bus listrik akan meningkatkan citra Pemko Pekanbaru sebagai pionir transportasi ramah lingkungan di Sumatera. Namun, kegagalan dalam perencanaan dapat menyebabkan pemborosan anggaran dan kritik publik. Oleh karena itu, kajian matang mutlak diperlukan.

Bagi Industri Transportasi

Masuknya bus listrik berpotensi menggeser peran angkutan konvensional. Operator angkot dan bus lama harus beradaptasi, misalnya dengan menjadi feeder atau beralih ke kendaraan listrik. Pemerintah perlu menyiapkan program transisi yang adil.

Data dan Angka: Perbandingan Bus Listrik vs Angkutan Eksisting

AspekBus Listrik TMPAngkutan Eksisting
Kapasitas per unit40-60 penumpang10-30 penumpang
Biaya operasional per kmLebih rendah (listrik)Lebih tinggi (solar/bensin)
Emisi karbonNolTinggi
Kenyamanan (AC, kebisingan)TinggiRendah hingga sedang
Jumlah unit rencana20 unit (tahap awal)Ratusan unit

Rekomendasi untuk Pemko Pekanbaru

  1. Lakukan survei asal-tujuan penumpang di Pekanbaru dan sekitarnya untuk menentukan rute prioritas.
  2. Libatkan operator angkutan eksisting dalam perencanaan integrasi, misalnya melalui sistem tiket terpadu.
  3. Hitung kebutuhan armada berdasarkan proyeksi jumlah penumpang per hari, dengan target waktu tunggu maksimal 15 menit.
  4. Siapkan infrastruktur pengisian daya (charging station) di titik-titik strategis, termasuk di terminal dan pool bus.

Dorongan dari DPRD Riau ini menjadi sinyal bahwa pengembangan transportasi publik di Pekanbaru harus dilakukan secara hati-hati dan terukur. Bus listrik bukanlah sekadar proyek gengsi, melainkan solusi mobilitas masa depan yang membutuhkan perencanaan komprehensif. Dengan kajian yang matang, diharapkan bus listrik TMP dapat menjadi tulang punggung transportasi umum yang efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan, serta mampu mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Ke depannya, langkah ini juga dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia yang ingin mengadopsi transportasi berbasis listrik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *