98 Persen Desa dan Kelurahan di RI Sudah Terjangkau Jaringan Komunikasi

98 Persen Desa dan Kelurahan di RI Sudah Terjangkau Jaringan Komunikasi

Suara Pecari – Lebih dari 98 persen desa dan kelurahan di Indonesia telah terjangkau jaringan komunikasi, menurut data dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital. Dari sekitar 83.000 desa dan kelurahan, masih ada sekitar 2.000 desa yang belum terjangkau, mayoritas berada di Papua.

Fakta Utama Jaringan Komunikasi di Indonesia

Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, menyampaikan bahwa pembangunan jaringan difokuskan pada wilayah permukiman. Sebagian dari desa yang belum terjangkau akan dilayani oleh operator seluler yang memenangkan tender. Bakti juga telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi yang tersebar di berbagai sektor.

  • 68 persen lokasi berada di sektor pendidikan.
  • 5,89 persen di sektor kesehatan untuk mendukung layanan e-health.
  • 19,9 persen di kantor pemerintahan, pusat kegiatan masyarakat, pasar tradisional, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, lokasi usaha, dan transportasi publik.

Tantangan dan Solusi di Wilayah 3T

Salah satu tantangan utama dalam memperluas jaringan di Papua adalah masalah keamanan. Beberapa titik yang telah dibangun fasilitas jaringan belum bisa diaktifkan karena kendala keamanan. Bakti melakukan koordinasi dengan pihak pertahanan dan keamanan agar infrastruktur yang sudah tersedia dapat dilanjutkan dan diaktifkan.

Fadhilah menambahkan bahwa untuk mempercepat penggelaran konektivitas digital, kehadiran Satelit Satria-1 sangat membantu dengan menggabungkan solusi terestrial dan non-terestrial, terutama di wilayah sulit dijangkau infrastruktur terestrial.

Dampak Akses Internet bagi Masyarakat Desa

Internet yang masuk ke desa-desa seperti di Flores Timur telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kepala Desa Baina Barat, Yuslan, menjelaskan bahwa petani kini mendapatkan informasi harga hasil pertanian secara lebih luas dan tidak bergantung pada tengkulak.

Pelayanan publik juga semakin terbantu. Kepala Dinas Kominfo Flores Timur menyatakan bahwa akses internet membantu sekolah dan fasilitas kesehatan dalam penyampaian laporan dan akses informasi yang lebih cepat. Kepala Puskesmas Ilebura juga menyebutkan bahwa jaringan Bakti sejak 2019 memudahkan pelaporan digital dan koordinasi layanan kesehatan, termasuk proses rujukan pasien yang lebih lancar dengan sistem rujukan terintegrasi (Sisrute).

Fokus Pengembangan 2026

Untuk tahun 2026, Bakti tidak merencanakan pembangunan jaringan baru, melainkan fokus pada pengeluaran operasional dan relokasi titik yang terkendala. Relokasi dilakukan dengan mempertimbangkan anggaran, waktu, dan kondisi keamanan di wilayah 3T.

Bakti berharap dapat mencapai cakupan 100 persen jaringan komunikasi di seluruh Indonesia, termasuk Papua, untuk mendukung pemerataan akses informasi dan layanan digital.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *