Cerita Waluyo, Warga Difabel Sleman yang Terbantu Jemput Bola Perlinsos Digital

Cerita Waluyo, Warga Difabel Sleman yang Terbantu Jemput Bola Perlinsos Digital

Suara Pecari, Sleman – Waluyo, seorang warga difabel dari Kalurahan Donoharjo, Sleman, merasakan manfaat langsung dari program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang menerapkan layanan jemput bola untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pendaftaran Perlinsos. Layanan ini memudahkan proses administrasi bagi warga yang kesulitan mengurus secara mandiri, terutama bagi penyandang disabilitas seperti Waluyo.

Kemudahan Layanan Jemput Bola Perlinsos Digital

Waluyo mengungkapkan bahwa proses aktivasi IKD di wilayahnya sangat mudah berkat layanan jemput bola. Ia menyatakan rasa terima kasih atas kemudahan ini yang sangat membantu dirinya dan warga lain yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor pemerintah, sehingga mengurangi kesulitan dan beban dalam pengurusan administrasi kependudukan.

“Saya sangat berterima kasih dan sangat terbantu sekali. Prosesnya juga sangat mudah,” kata Waluyo saat ditemui di Kantor Kalurahan Donoharjo, Sleman.

Apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan Menteri

Selain mengapresiasi layanan jemput bola, Waluyo juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Kapanewon Ngaglik, Kalurahan Donoharjo, dan Menteri Komunikasi dan Digital atas inisiatif aktivasi IKD yang mempermudah partisipasi masyarakat, khususnya difabel.

“Terima kasih atas inisiasi untuk aktif partisipasi IKD di Sleman. Ini sangat membantu kami kaum difabel,” ujarnya.

Permasalahan Akses Bantuan Sosial

Meskipun proses pendaftaran Perlinsos berjalan lancar, Waluyo menghadapi kendala terkait akses bantuan sosial. Ia dan istrinya sama-sama penyandang disabilitas, sudah berusia lanjut, serta tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak memiliki penghasilan tetap.

Waluyo mencoba mendaftarkan diri dalam program Perlinsos, namun pengajuannya ditolak karena dalam data terdapat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan milik anaknya yang bekerja. Ia mempertanyakan apakah penghasilan anak yang terdata dalam BPJS tersebut layak menjadi acuan kondisi ekonomi keluarga, mengingat penghasilan itu harus mencukupi kebutuhan tiga orang.

“Apakah gaji sekitar Rp1,8 juta itu cukup untuk hidup tiga orang?” tanya Waluyo.

Tanggapan Menteri Komunikasi dan Digital

Masalah yang dihadapi Waluyo mendapat perhatian Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang melakukan kunjungan ke Kantor Kalurahan Donoharjo. Meutya menjelaskan bahwa pelaksanaan Perlinsos Digital di Sleman masih pada tahap uji coba sehingga masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan sistem.

“Semua masukan dari masyarakat akan digunakan untuk menyempurnakan program agar bisa dibawa ke tingkat nasional,” jelas Meutya.

Menteri Meutya juga menyampaikan bahwa pemerintah memahami kebutuhan khusus kelompok lansia, walaupun saat ini program khusus lansia sudah ada. Waluyo yang baru menuju lansia belum otomatis menerima bantuan, namun hal ini menjadi pertimbangan untuk pengembangan program ke depan.

Program Perlinsos Digital dan Harapan ke Depan

Perlinsos Digital merupakan inovasi pelayanan pemerintah yang mengintegrasikan data dan mempermudah akses bantuan sosial melalui teknologi digital. Dengan layanan jemput bola, program ini bertujuan menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses layanan secara langsung, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.

Kendala yang dialami Waluyo dan keluarganya menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan akurasi data dan mekanisme pemberian bantuan sosial, agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan uji coba di Sleman menjadi langkah awal yang akan menentukan pengembangan kebijakan Perlinsos Digital ke tingkat nasional, dengan harapan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *