Wamensos Upayakan Bantuan Cepat dan Santunan Korban Gempa NTT
Suara Pecari, Labuan Bajo – Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengupayakan penyaluran bantuan logistik secara cepat kepada korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain menyediakan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban meninggal dan luka-luka.
Bantuan Logistik dan Distribusi
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa Kemensos menggerakkan bantuan dari dua gudang utama, yaitu Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Bantuan yang dikirim meliputi perlengkapan pengungsian, selimut, makanan siap saji, pakaian termasuk untuk anak dan perempuan, serta perlengkapan dapur dan tenda darurat.
Bantuan dari Sentra Efata Kupang didistribusikan ke Kabupaten Nagekeo, sementara bantuan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menuju Maumere, Sikka, Ende, Manggarai Timur, dan daerah lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Namun, distribusi bantuan sempat terkendala oleh gelombang laut yang tinggi sehingga kapal pengangkut belum dapat beroperasi maksimal. Sebagai langkah antisipasi, Kemensos juga melakukan pembelian langsung di lokasi terdampak agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi segera.
Data Korban dan Kerusakan
Hingga 16 Agustus 2026 pukul 07.50 WITA, tercatat 3.839 jiwa warga terdampak yang mengungsi. Korban meninggal dunia berjumlah 47 orang, dan 110 orang mengalami luka-luka. Korban meninggal tersebar di beberapa kabupaten, antara lain:
- Kabupaten Manggarai: 24 jiwa
- Kabupaten Manggarai Timur: 17 jiwa
- Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
- Kabupaten Ngada: 1 jiwa
- Kabupaten Sikka: 3 jiwa
- Kabupaten Ende: 1 jiwa
Kerusakan bangunan yang tercatat meliputi:
- Rumah rusak berat: 159 unit
- Rumah rusak sedang: 47 unit
- Rumah rusak ringan: 167 unit
- Fasilitas pendidikan: 36 unit
- Fasilitas kesehatan: 211 unit
- Fasilitas umum: 11 unit
- Rumah ibadah: 5 unit
- Gedung perkantoran: 6 unit
Penanganan dan Dukungan Kemensos
Kemensos telah menurunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), dan menggerakkan bantuan logistik dari berbagai gudang untuk mengatasi dampak bencana. Selain itu, dapur umum juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga selama masa tanggap darurat.
Beberapa titik pengungsian telah disediakan, termasuk Stadion Gelora Samador di Kabupaten Sikka dan halaman Gereja Wolomarang di Maumere. Tim gabungan terus melakukan asesmen terhadap kondisi warga, kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026. Sedangkan Kabupaten Sikka menetapkan status tersebut selama 14 hari sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.
Santunan Korban dan Koordinasi Penanganan
Kemensos menyiapkan santunan sebesar Rp15 juta untuk setiap korban meninggal dunia yang akan diberikan kepada ahli waris setelah proses pendataan dan verifikasi selesai dilakukan. Wamensos Agus Jabo Priyono meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial agar segera mendata dan melaporkan korban kepada Kemensos agar santunan dapat segera disalurkan.
Proses pendataan dan verifikasi korban meninggal, luka-luka, pengungsi, dan kerusakan bangunan masih terus berjalan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Kemensos berkomitmen memaksimalkan sumber daya dan stok logistik yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lokasi bencana.
Nilai Bantuan dan Pemenuhan Kebutuhan
Secara keseluruhan, Kemensos telah mengirimkan bantuan logistik senilai sekitar Rp4,52 miliar. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar dan perlengkapan penting untuk pengungsi, seperti tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, serta perlengkapan dapur dan keluarga.
Kemensos juga menyiapkan 500 paket bantuan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket bantuan untuk Kabupaten Manggarai, serta tambahan 48 ton beras reguler yang akan didistribusikan ke kabupaten terdampak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










