KSAD Sebut Tak Ada Penambahan Pasukan di Aceh Usai Ricuh

KSAD Sebut Tak Ada Penambahan Pasukan di Aceh Usai Ricuh

Suara Pecari – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak ada penambahan pasukan militer di Aceh menyusul kericuhan yang terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Penegasan KSAD Mengenai Penambahan Pasukan

<pDalam pernyataannya usai menghadiri upacara di Istana Merdeka, Jakarta, Maruli menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan hingga pagi hari, Panglima Kodam Iskandar Muda tidak mengajukan permintaan tambahan pasukan. Ia menegaskan bahwa TNI tidak perlu menambah kekuatan di wilayah tersebut.

Fokus Dukungan TNI pada Kepolisian

Jenderal Maruli juga menambahkan bahwa ke depan, TNI akan lebih fokus mendukung tugas kepolisian dalam menegakkan hukum di Aceh. Hal ini menunjukkan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah yang pernah mengalami konflik tersebut.

Kronologi Kejadian Ricuh di Aceh

Kericuhan terjadi saat masyarakat Aceh menggelar peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Acara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap penandatanganan MoU Helsinki antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka pada 15 Agustus 2005.

Acara berjalan lancar hingga terjadi insiden pengibaran bendera Bulan Sabit yang kemudian diturunkan oleh aparat keamanan. Hal ini memicu kericuhan antara massa dan aparat keamanan. Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan dan berlangsung kondusif setelah beberapa kelompok massa membubarkan diri. TNI dan Polri terus berjaga untuk mengamankan kondisi di lokasi.

Konteks dan Pentingnya Pengamanan di Aceh

Peringatan Hari Damai Aceh merupakan momentum penting untuk mengenang proses perdamaian yang mengakhiri konflik bersenjata selama beberapa dekade di wilayah tersebut. Pengamanan yang tepat oleh aparat keamanan menjadi kunci untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik baru.

Keputusan KSAD untuk tidak menambah pasukan di Aceh menegaskan bahwa situasi saat ini dianggap terkendali dan penguatan tugas kepolisian didukung oleh TNI sebagai langkah menjaga stabilitas keamanan secara efektif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *