Ketua Umum Gema Santri Nusa Ajak Ulama, Umaro, Polri dan Umat Perkuat Kolaborasi

Ketua Umum Gema Santri Nusa, Ustaz KH Akhmad Khambali

MEDAN — Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), Ustaz KH Akhmad Khambali, SE, MM, mengajak masyarakat Sumatera Utara (Sumut) memperkuat persatuan dan kebersamaan dengan membangun kolaborasi antara ulama, umaro, Polri, dan umat.

Ajakan tersebut disampaikan Khambali dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.

Khambali menjelaskan, masing-masing unsur memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis.

“Ulama berperan memberikan pencerahan moral, nasihat spiritual, dan dakwah yang menyejukkan agar masyarakat hidup rukun. Umaro atau pemimpin daerah membuat kebijakan dan menjalankan program pembangunan demi kesejahteraan rakyat,” kata Khambali kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Sementara itu, lanjut dia, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Di sisi lain, umat memiliki peran untuk ikut menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menaati aturan yang berlaku.

Menurut Khambali, sinergi keempat unsur tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial di Sumut. Sebaliknya, apabila masing-masing berjalan sendiri tanpa membangun komunikasi dan kerja sama, upaya menciptakan kondisi yang aman dan kondusif akan menghadapi tantangan lebih besar.

“Kalau kekuatan ini berjalan sendiri-sendiri, kekuatan kita terbatas. Namun, kalau kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat terbangun, maka keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Sumut dapat kita jaga bersama-sama,” ujarnya.

Ia menilai keteladanan Nabi Muhammad SAW relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan kedamaian.

“Di momentum Maulid Nabi yang sangat mulia ini, mari kita meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Kita perkuat kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat agar Sumut tetap damai, aman, dan tertib,” tuturnya.

Selain mengajak memperkuat persatuan, Khambali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi atau berita hoaks. Menurutnya, penyebaran informasi palsu dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat.

“Berita hoaks diproduksi oleh orang yang pintar tetapi jahat dan disebarluaskan oleh orang baik tetapi tidak memahami kebenarannya. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” katanya.

Khambali juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut untuk tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memecah persatuan dan merusak hubungan baik antara ulama, umaro, Polri, dan umat.

“Mari kita jaga kebersamaan, persatuan Sumut dari rongrongan pihak yang ingin memecah belah kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat. Mari kita jaga Sumut dengan rukun dan guyub, sehingga menjadi provinsi yang makmur serta senantiasa memberikan yang terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *