Dedi Mulyadi Pastikan Bantuan Hunian untuk Warga Sukabumi Terdampak Bencana dan Salurkan Rp4,5 Miliar untuk Pemulihan di NTT

Dedi Mulyadi Pastikan Bantuan Hunian untuk Warga Sukabumi Terdampak Bencana dan Salurkan Rp4,5 Miliar untuk Pemulihan di NTT

Suara Pecari, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan penanganan masalah warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi segera tuntas, setelah adanya keluhan warga yang belum mendapatkan kepastian bantuan hunian pascabencana banjir sejak 2024. Selain itu, Dedi juga turun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan bantuan senilai Rp4,5 miliar bagi korban gempa bumi di wilayah tersebut.

Keluhan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, muncul melalui media sosial dengan menyatakan bahwa hampir dua tahun mereka belum menerima bantuan tempat tinggal dan biaya kontrak rumah senilai Rp10 juta. Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di Sukabumi.

Bantuan Hunian dan Biaya Hidup untuk Warga Sukabumi

Pemprov Jawa Barat menyalurkan bantuan biaya hidup sebesar Rp10 juta per keluarga untuk 28 keluarga korban bencana di Kecamatan Simpenan, dengan total Rp280 juta. Selain itu, pembangunan rumah berarsitektur Sunda dilakukan di Kecamatan Palabuhanratu dan Kecamatan Nyalindung. Di Palabuhanratu, 20 unit rumah dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,538 miliar, termasuk tanah dan fasilitas pendukung. Di Nyalindung, 20 unit rumah dibangun dengan total anggaran sekitar Rp800 juta. Total anggaran yang telah disalurkan untuk penanganan bencana di Sukabumi mencapai sekitar Rp6,093 miliar.

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun realisasinya belum diterima. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat siap membantu penanganan masalah ini dengan catatan pemerintah kabupaten menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian.

Bantuan Rp4,5 Miliar untuk Korban Gempa di NTT

Selain fokus pada penanganan bencana di Sukabumi, Dedi Mulyadi juga turun langsung ke Nusa Tenggara Timur untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi. Bantuan yang dibawa mencapai Rp4,5 miliar, yang dialokasikan untuk perbaikan rumah warga terdampak gempa.

Bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yaitu Rp20 juta untuk rumah rusak berat dan Rp5 juta untuk rumah rusak ringan. Pada kunjungannya, Dedi juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pasokan pangan di tenda pengungsian.

Penyaluran bantuan secara langsung dan pendataan kerusakan rumah diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memastikan bantuan tepat sasaran. Bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pengusaha, dan lembaga terkait.

Tanggapan Publik dan Isu Pencitraan

Langkah Dedi Mulyadi yang turun langsung ke lapangan mendapat respon positif dari warga setempat. Namun, ada juga kritik yang menyatakan bahwa kunjungan tersebut berpotensi menjadi ajang pencitraan politik. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion menilai bahwa meskipun tindakan tersebut merupakan bentuk kepedulian, harus diwaspadai muatan pencitraan yang berlebihan dan biaya tambahan yang tidak efisien.

Meski demikian, publik diingatkan untuk menilai hasil nyata kepemimpinan Dedi Mulyadi di Jawa Barat, terutama dalam menangani masalah serius seperti banjir berulang dan kemiskinan.

Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan warga terdampak bencana dengan segera dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *