Kemensos Dirikan Tiga Dapur Umum untuk Korban Gempa Manggarai Timur
Suara Pecari, Manggarai Timur – Kementerian Sosial (Kemensos) telah mendirikan tiga dapur umum di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi korban gempa yang terjadi di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Dapur Umum dan Bantuan Logistik
Dapur umum Kemensos beroperasi di tiga titik strategis, yaitu Mano di Kecamatan Lamba Leda Selatan, Pota di Kecamatan Sambi Rampas, dan Dampek di Kecamatan Lamba Leda Utara. Setiap hari, ketiga dapur umum tersebut memproduksi sekitar 6.000 bungkus makanan siap saji, yang dibagikan untuk dua kali makan para pengungsi.
Selain menyediakan makanan, Kemensos juga menyalurkan berbagai bantuan logistik melalui Gudang Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, meliputi:
- Beras reguler sebanyak 5 ton
- 1000 paket sembako
- 3 unit tenda regu
- 2 unit tenda pleton
- 8 unit tenda keluarga
- 3 unit dapur umum lapangan
- 24 lembar selimut
- 2 unit tenda serba guna
- 24 lembar kasur
- 35 lembar tenda gulung
- 4 unit tenda keluarga portable
Upaya Penanganan dan Data Korban
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Bersama Dinas Sosial, Tagana, TKSK, pendamping PKH, dan pemerintah daerah, Kemensos telah mengoperasikan dapur umum sejak 19 Agustus 2026.
Tim Tagana dan Direktorat PSKB Kemensos juga turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen, pendataan, serta verifikasi dan validasi data korban. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 19 Agustus, gempa di Manggarai Timur berdampak pada 24.846 kepala keluarga dengan jumlah pengungsi mencapai 19.803 jiwa. Korban meninggal tercatat 25 jiwa, luka berat 16 jiwa, dan luka ringan 52 jiwa.
Dampak Fasilitas dan Infrastruktur
Bencana gempa tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan signifikan pada berbagai fasilitas dan infrastruktur, antara lain:
- 12.423 unit rumah rusak
- 15 titik jalan rusak
- 6 titik jembatan rusak
- 9 titik irigasi rusak
- 309 gedung sekolah rusak
- 24 puskesmas rusak
- 42 rumah ibadah rusak
- 58 fasilitas pemerintah rusak
Proses verifikasi data korban dan kerusakan bangunan masih terus berlangsung oleh tim gabungan.
Imbauan dan Layanan Berkelanjutan
Kemensos menegaskan bahwa layanan dapur umum akan terus berlangsung mengingat banyak warga terdampak masih tinggal di pengungsian, baik secara komunal maupun mandiri. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas gempa susulan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










