BK DPD Akan Panggil Arya Wedakarna soal Hadir di Acara LGBT Thailand
Suara Pecari – Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (BK DPD) RI berencana memanggil I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, anggota DPD asal Bali, guna mengklarifikasi kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.
Fakta Utama Pemanggilan BK DPD
<pPemanggilan ini dilakukan menyusul viralnya kehadiran Arya Wedakarna dalam acara tersebut yang dianggap mempromosikan LGBT. BK DPD menilai perlu adanya klarifikasi untuk memahami konteks dan fakta kehadiran Arya guna memastikan tidak ada pelanggaran kode etik atau dampak negatif terhadap citra lembaga.
Klarifikasi Kapasitas Kehadiran Arya Wedakarna
Arya Wedakarna menjelaskan bahwa kehadirannya bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI, melainkan sebagai tokoh budaya, pariwisata, dan tokoh Hindu Bali. Ia menerima penghargaan sebagai tokoh budaya Bali dan mengenakan pakaian adat Bali saat acara berlangsung. Kegiatan yang diikuti meliputi peluncuran promosi pariwisata ASEAN dan pameran budaya.
Namun, BK DPD menegaskan bahwa status Arya sebagai anggota DPD tetap melekat, sehingga setiap aktivitas publik perlu mempertimbangkan kepatutan dan kehormatan jabatan, termasuk dampaknya terhadap institusi.
Aspek yang Akan Dikaji BK DPD
Dalam proses klarifikasi, BK DPD akan menelaah beberapa aspek berikut:
- Tujuan dan kapasitas kehadiran Arya dalam acara
- Pihak penyelenggara dan undangan
- Bentuk keterlibatan dalam acara
- Penggunaan atribut atau fasilitas terkait jabatan
- Keterkaitan kegiatan dengan tugas resmi sebagai anggota DPD RI
- Adanya pendampingan anggota TNI selama kegiatan di Thailand dan ketentuan terkait
Regulasi dan Etika yang Dijadikan Acuan
BK DPD akan mengacu pada beberapa peraturan untuk menilai situasi ini, termasuk Undang-Undang MD3, UU TNI Nomor 3 Tahun 2025, UU Keprotokolan Nomor 9 Tahun 2010, serta Peraturan DPD RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib.
Pernyataan Resmi BK DPD
Ketua BK DPD, Hasby Yusuf, menegaskan bahwa pemanggilan bukan berarti Arya telah melakukan pelanggaran, melainkan bagian dari proses pemeriksaan fakta dan klarifikasi. BK DPD tidak akan mengambil kesimpulan hanya berdasarkan foto, video, atau pemberitaan, melainkan melihat konteks secara menyeluruh.
Hasby juga menyatakan, “Setiap anggota DPD memiliki hak beraktivitas sebagai warga negara, tetapi kebebasan tersebut harus sejalan dengan tanggung jawab etik sebagai pejabat publik.” BK DPD bertujuan menjaga kehormatan lembaga tanpa mencari-cari kesalahan.
Konteks Acara dan Tanggapan Arya Wedakarna
Acara Miss Equality World 2026 di Thailand yang menjadi sorotan ini diketahui terkait dengan isu LGBT. Arya mengaku tidak mengetahui keterkaitan acara dengan isu tersebut dan menyatakan tidak ingin berkomentar mengenai pihak yang memberikan penghargaan kepadanya.
Selama tiga hari di Thailand, Arya fokus pada kegiatan budaya dan pariwisata, termasuk promosi budaya Bali dan kunjungan ke tempat peribadatan. Ia juga mengakui bahwa Thailand merupakan destinasi wisata dengan berbagai keberagaman gender.
Implikasi dan Perkembangan Selanjutnya
Pemanggilan oleh BK DPD menunjukkan upaya lembaga untuk menjaga integritas dan citra anggota serta institusi di tengah sorotan publik. Hasil klarifikasi akan menentukan langkah selanjutnya sesuai kode etik dan peraturan yang berlaku.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










