Pemkab Sidoarjo Percepat Flyover Gedangan, Lahan Mulai Dibebaskan
Suara Pecari | Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat persiapan pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi strategis mengurai kemacetan di jalur nasional kawasan Gedangan. Proyek ini menjadi prioritas karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik kemacetan terparah di Sidoarjo, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Saat ini, proses pembebasan lahan terus dikebut setelah dokumen perencanaan dan detail engineering design (DED) dinyatakan rampung. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengawal setiap tahapan agar pembangunan jembatan layang tersebut dapat direalisasikan pada 2027.
Latar Belakang Kemacetan di Gedangan
Kawasan Gedangan merupakan simpul transportasi vital yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota di selatan Jawa Timur, seperti Malang dan Pasuruan. Jalur nasional ini setiap harinya dilalui puluhan ribu kendaraan, termasuk truk logistik dan angkutan umum. Kondisi jalan yang relatif sempit dan banyaknya persimpangan sebidang dengan rel kereta api menyebabkan kemacetan parah, terutama saat perlintasan kereta ditutup. Warga setempat dan pengguna jalan sudah lama mendambakan solusi infrastruktur seperti flyover untuk memisahkan arus lalu lintas dari perlintasan kereta.
Progres Pembebasan Lahan
Bupati Subandi mengungkapkan bahwa proses penilaian atau appraisal lahan ditargetkan selesai pada Juli 2026, sehingga pembayaran ganti rugi dapat dilakukan mulai Agustus mendatang. Sebanyak 105 bidang tanah akan dibebaskan untuk proyek ini. Jalur Flyover Gedangan direncanakan membentang dari kawasan dekat Bank BCA di sisi utara hingga mendekati pertigaan Puri Surya Jaya. Pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan dan hasilnya sebagian besar mendukung proyek ini.
| Tahapan | Target Penyelesaian | Keterangan |
|---|---|---|
| Appraisal lahan | Juli 2026 | Penilaian harga tanah |
| Pembayaran ganti rugi | Agustus 2026 | Setelah appraisal selesai |
| Konstruksi | 2027 | Setelah lahan bebas |
Anggaran dan Pendanaan
Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar melalui APBD 2026. Namun, kebutuhan pembebasan lahan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar, sehingga diperlukan tambahan dana melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026. Bupati optimistis seluruh lahan dapat diselesaikan hingga akhir tahun sehingga proyek bisa segera memasuki tahap konstruksi. Selain APBD, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) jika diperlukan.
Aspek Teknis dan Koordinasi
Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo M. Mahmud menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu dimatangkan bersama pihak terkait, termasuk PT KAI dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Pembahasan meliputi penyesuaian desain di sekitar Stasiun Gedangan, pelebaran jalur putar balik untuk kendaraan besar, hingga penyesuaian tinggi flyover seiring rencana jalur kereta ganda (double track) pada 2029. Mahmud juga mengusulkan agar bagian bawah flyover ditambah taman-taman sehingga terlihat lebih estetik dan hijau, sejalan dengan konsep kota berkelanjutan.
Kronologi Perencanaan
- 2024-2025: Studi kelayakan dan penyusunan DED.
- 2026: Pembebasan lahan dan appraisal.
- 2027: Konstruksi flyover dimulai.
- 2029: Rencana jalur kereta double track di area tersebut.
Dampak dan Manfaat
Kehadiran Flyover Gedangan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Kabupaten Sidoarjo. Manfaat lain meliputi:
- Memperlancar arus barang dan jasa, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
- Mengurangi waktu tempuh perjalanan, terutama bagi komuter Surabaya-Sidoarjo.
- Meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api yang selama ini rawan kecelakaan.
- Menambah estetika kota dengan ruang hijau di bawah flyover.
Implikasi bagi Masyarakat dan Pemerintah
Bagi masyarakat, proyek ini memberikan solusi jangka panjang atas kemacetan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, dalam jangka pendek, proses pembebasan lahan dan konstruksi dapat menimbulkan gangguan lalu lintas. Pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas selama masa pembangunan. Bagi pemerintah daerah, proyek ini menjadi tolok ukur keberhasilan dalam mengelola infrastruktur dan anggaran. Jika berjalan lancar, Flyover Gedangan dapat menjadi model bagi proyek serupa di titik kemacetan lain, seperti Flyover Waru dan Flyover Sidoarjo.
Dengan semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, Flyover Gedangan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kemajuan dan komitmen Sidoarjo dalam menciptakan mobilitas yang lebih baik. Proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pengguna jalan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





![BGN Cilacap Buka-Bukaan Soal Status Asli 114 SPPG yang Disebut Fiktif: Semua Punya ID Resmi Pusat [titlebase]](https://suarapecari.com/wp-content/uploads/2026/06/bgn-cilacap-buka-bukaan-soal-status-asli-114-sppg-yang-disebut-fiktif-semua-punya-id-resmi-pusat-titlebase-80x80.webp)
