Digitalisasi Perlinsos Dikebut, ASN Buleleng Diminta Bergerak Bersama
Suara Pecari, Singaraja – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat dalam mendigitalisasi sistem perlindungan sosial (Perlinsos) guna memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Langkah ini menempatkan Buleleng sebagai daerah percontohan (pilot project) digitalisasi Perlinsos di Provinsi Bali. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) diinstruksikan bergerak bersama menyelesaikan pendataan 269.323 kepala keluarga (KK) sebelum 31 Juli 2026.
Latar Belakang: Akurasi Data sebagai Kunci Bansos Tepat Sasaran
Digitalisasi Perlinsos merupakan program prioritas pemerintah pusat yang diimplementasikan melalui sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selama ini, penyaluran bansos kerap terkendala data ganda, penerima tidak layak, atau warga miskin yang tidak terdaftar. Dengan digitalisasi, setiap KK akan memiliki profil sosial ekonomi tunggal yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Buleleng dipilih sebagai pilot project karena memiliki tingkat partisipasi digital yang cukup baik dan komitmen kuat dari pemerintah daerah.
Kronologi Percepatan Digitalisasi
- 9 Juli 2026: Rapat Koordinasi Digitalisasi Perlinsos dipimpin Sekda Gede Suyasa di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng.
- 10-31 Juli 2026: Seluruh ASN melakukan input data mandiri untuk keluarganya, 970 ASN ditugaskan sebagai Agen Perlinsos, dan 3.371 Agen Perlinsos total dikerahkan ke lapangan.
- Target 31 Juli 2026: Seluruh 269.323 KK telah masuk sistem digitalisasi Perlinsos.
Peran Strategis ASN dan Agen Perlinsos
Sekda Suyasa menegaskan bahwa ASN tidak hanya bertugas menginput data keluarganya sendiri, tetapi juga wajib menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Proses penginputan sangat mudah. Cukup memasukkan NIK, sistem akan menampilkan data yang telah terintegrasi. Kami mengajak seluruh ASN bergotong royong membantu masyarakat,” ujarnya. Sebanyak 970 ASN akan ditugaskan sebagai Agen Perlinsos yang mendampingi warga, terutama lansia dan mereka yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Data dan Target: Tabel Rincian Pendataan
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Total Kepala Keluarga (KK) target | 269.323 |
| Agen Perlinsos (total) | 3.371 |
| ASN ditugaskan sebagai Agen | 970 |
| Batas akhir pendataan | 31 Juli 2026 |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Digitalisasi Perlinsos membawa sejumlah dampak positif. Pertama, penyaluran bansos menjadi lebih transparan karena data penerima dapat diakses secara real-time oleh masyarakat. Kedua, potensi kebocoran dan penyimpangan dana bansos dapat diminimalisir. Ketiga, pemerintah daerah dapat merancang program bantuan yang lebih responsif terhadap kondisi sosial ekonomi warga. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng, I Putu Kariaman, menambahkan bahwa data yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk bansos, tetapi juga untuk perencanaan pembangunan daerah.
Tantangan dan Solusi
Meskipun sistem dirancang sederhana, masih ada tantangan seperti keterbatasan akses internet di beberapa desa, rendahnya literasi digital sebagian warga, dan kekhawatiran akan keamanan data pribadi. Pemerintah daerah telah menyiapkan solusi: pembentukan posko pendampingan di setiap desa, pelatihan bagi Agen Perlinsos, dan sosialisasi tentang perlindungan data pribadi. Selain itu, kerja sama dengan operator seluler dan penyedia layanan internet diperkuat untuk memastikan konektivitas di wilayah terpencil.
Penutup: Menuju Bansos yang Lebih Berkeadilan
Digitalisasi Perlinsos di Buleleng bukan sekadar proyek administratif, melainkan ikhtiar mewujudkan keadilan sosial. Dengan data yang akurat, setiap rupiah bantuan negara dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Komitmen bersama antara pemerintah, ASN, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Jika target 31 Juli 2026 tercapai, Buleleng akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola perlindungan sosial berbasis digital. Langkah ini membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










