Harga Emas Antam Naik Rp 17.000, Jadi Rp 2.650.000 per Gram: Analisis Dampak dan Prospek Investasi

Harga Emas Antam Naik Rp 17.000, Jadi Rp 2.650.000 per Gram: Analisis Dampak dan Prospek Investasi

Suara Pecari, Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat, 20 Juli 2026. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini melonjak Rp 17.000 menjadi Rp 2.650.000 per gram. Kenaikan ini menjadi sorotan di tengah gejolak ekonomi global dan meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia sebagai instrumen investasi yang relatif aman. Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut naik Rp 22.000 menjadi Rp 2.405.000 per gram, memberikan keuntungan lebih bagi para pemegang emas yang ingin mencairkan investasinya.

Kronologi Kenaikan Harga Emas Antam

Kenaikan harga emas Antam pada hari ini merupakan lanjutan dari tren positif yang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Faktor utama yang mendorong kenaikan ini antara lain pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik, serta ekspektasi inflasi yang masih tinggi di berbagai negara. Data dari Logam Mulia menunjukkan bahwa harga emas Antam telah naik sekitar 8% sejak awal tahun 2026, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di tengah volatilitas pasar keuangan.

Kenaikan harga buyback juga patut dicermati. Dengan selisih antara harga jual dan buyback yang kini mencapai Rp 245.000 per gram, investor tetap memiliki margin yang cukup lebar. Hal ini menunjukkan bahwa Antam berupaya menjaga daya tarik emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Rincian Harga Emas Antam per Gram dan Satuan Lain

Berikut adalah daftar lengkap harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran yang berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta. Perlu diingat bahwa harga di gerai penjualan lain mungkin berbeda karena faktor biaya pengiriman dan margin penjualan.

Berat (gram)Harga (Rp)
12.650.000
25.240.000
513.025.000
1025.995.000
2564.862.000
50129.645.000
100259.212.000
250647.765.000
5001.295.320.000
1.0002.590.600.000

Perbandingan dengan Harga Emas Galeri24

Di sisi lain, harga emas Galeri24 justru mengalami penurunan tipis. Berdasarkan situs resmi Galeri24, harga emas hari ini turun Rp 5.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.615.000. Harga buyback Galeri24 juga tercatat lebih tinggi dibanding Antam, yaitu Rp 2.448.000 per gram. Perbedaan ini menunjukkan adanya kompetisi harga antar produsen emas batangan di Indonesia.

Berat (gram)Harga Galeri24 (Rp)
12.610.000
25.157.000
512.799.000
1025.529.000
2563.478.000
50126.856.000
100253.584.000
250632.404.000
5001.264.807.000
1.0002.529.613.000

Dampak Kebijakan Pajak terhadap Pembelian Emas

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023 memberikan insentif pajak bagi konsumen akhir yang membeli emas batangan. Dalam aturan tersebut, konsumen akhir dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh) saat pembelian. Namun, pengusaha emas wajib memungut PPh 22 sebesar 0,25% dari harga jual, turun signifikan dari aturan sebelumnya yang sebesar 0,45%. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong investasi emas di kalangan masyarakat dan mempermudah akses terhadap logam mulia sebagai instrumen tabungan jangka panjang.

Penurunan tarif PPh 22 ini memberikan dampak positif bagi konsumen karena harga jual emas menjadi lebih murah. Misalnya, untuk pembelian emas Antam 1 gram seharga Rp 2.650.000, PPh 22 yang harus dibayar pengusaha hanya sekitar Rp 6.625, turun dari sebelumnya Rp 11.925. Meskipun tidak langsung dibebankan ke konsumen, efisiensi ini dapat mendorong penurunan harga jual secara bertahap.

Prospek Investasi Emas ke Depan

Kenaikan harga emas Antam dan pergerakan harga Galeri24 mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi. Para analis memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi naik dalam jangka menengah, terutama jika ketidakpastian global terus berlanjut. Bagi investor, emas tetap menjadi pilihan yang menarik sebagai diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap inflasi.

Namun, perlu diingat bahwa investasi emas juga memiliki risiko, terutama terkait fluktuasi harga jual dan buyback. Selisih antara harga jual dan buyback yang cukup besar (sekitar 9-10%) membuat emas kurang cocok untuk investasi jangka pendek. Sebaliknya, untuk investasi jangka panjang (minimal 3-5 tahun), emas cenderung memberikan imbal hasil yang stabil.

Dampak bagi Masyarakat dan Industri

Kenaikan harga emas Antam berdampak langsung pada masyarakat yang memiliki emas sebagai investasi. Nilai aset mereka meningkat, namun bagi yang ingin membeli, harga menjadi lebih mahal. Di sisi industri, produsen emas seperti Antam dan Galeri24 mendapatkan keuntungan dari peningkatan permintaan, meskipun harus bersaing dengan produk emas impor dan emas daur ulang.

Selain itu, tren kenaikan harga emas juga mendorong pertumbuhan bisnis terkait, seperti toko emas, pegadaian, dan lembaga pembiayaan yang menerima gadai emas. Bagi pemerintah, peningkatan investasi emas dapat membantu mengurangi ketergantungan pada instrumen keuangan konvensional dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah gejolak ekonomi global, emas batangan tetap menjadi primadona investasi yang aman. Kenaikan harga Antam dan Galeri24 hari ini menjadi pengingat bahwa logam mulia masih menjadi pilihan rasional bagi mereka yang mencari perlindungan nilai di masa ketidakpastian. Dengan dukungan kebijakan pajak yang lebih ringan dan akses pembelian yang semakin mudah, investasi emas semakin terjangkau bagi berbagai kalangan. Bagi Anda yang berminat, sebaiknya pantau terus pergerakan harga dan pertimbangkan tujuan investasi jangka panjang sebelum memutuskan untuk membeli.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *