Gubernur Dorong Pesawaran Jadi Motor Pertumbuhan Lampung: Kolaborasi dan SDM Kunci Utama

Gubernur Dorong Pesawaran Jadi Motor Pertumbuhan Lampung: Kolaborasi dan SDM Kunci Utama

Peringatan Hari Jadi ke-19: Momentum Refleksi dan Aksi

Suara Pecari, Pada Jumat, 17 Juli 2026, Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-19 di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Acara yang dihadiri Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, beserta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat ini menjadi panggung bagi visi besar: menjadikan Pesawaran sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Lampung. Gubernur menegaskan bahwa usia 19 tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi capaian dan menyusun langkah maju. “Keberhasilan pembangunan daerah tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemampuan menghadirkan kebijakan yang tepat, kerja yang konsisten, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pembangunan

Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan — pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat — untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), percepatan inovasi, dan pembangunan yang berdampak nyata. “Ketika kolaborasi terbangun, kualitas manusia meningkat. Kreativitas tumbuh, produktivitas berkembang, dan pemerintahan yang efektif akan mempercepat seluruh proses pembangunan sehingga masyarakat dapat merasakan kehidupan yang lebih aman dan sejahtera,” tegas Rahmat Mirzani Djausal. Tema Hari Jadi ke-19, “Berkolaborasi Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif”, dianggap sangat relevan dengan arah pembangunan yang berpusat pada manusia.

Prioritas pada Kualitas SDM

Gubernur menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi era kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ia mendorong generasi muda Pesawaran untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu menciptakan inovasi, membangun usaha, dan menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Data terbaru menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pesawaran pada 2025 mencapai 70,90, meningkat 0,66 poin dari tahun sebelumnya yang sebesar 70,24. Angka ini mencerminkan tren positif, meskipun masih perlu ditingkatkan untuk mengejar rata-rata provinsi.

Indikator20242025Perubahan
IPM Kabupaten Pesawaran70,2470,90+0,66 poin
Rata-rata IPM Provinsi Lampung (2025)72,50

Potensi Ekonomi: Pariwisata, Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan

Selain SDM, Gubernur menyoroti potensi besar Pesawaran di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, dan perkebunan. Kekayaan alam berupa gugusan pulau, pantai, dan teluk dinilai sebagai modal strategis untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kabupaten Pesawaran melalui peningkatan konektivitas, pengembangan SDM berbasis pariwisata, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Beberapa langkah konkret yang direncanakan antara lain:

  • Pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata pantai dan pulau.
  • Pelatihan SDM di bidang hospitality dan pengelolaan destinasi wisata.
  • Penyederhanaan perizinan investasi di sektor pariwisata dan pertanian.
  • Pengembangan kawasan agrowisata terpadu.

Peran Pemerintah Daerah: Refleksi dan Komitmen

Bupati Pesawaran, Nanda Indira, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan pembangunan dan penguatan komitmen pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Pesawaran lahir dari semangat masyarakat yang menginginkan pemerintahan lebih dekat dan pembangunan merata. Nanda menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pendiri, pemimpin terdahulu, dan seluruh masyarakat yang telah meletakkan fondasi. “Berkat dedikasi dan pengabdian mereka, kita dapat melanjutkan estafet pembangunan dengan semangat yang sama, yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran,” ujarnya. Ia mengajak semua elemen untuk terus memperkuat kebersamaan dan kolaborasi.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Daerah

Dorongan Gubernur untuk menjadikan Pesawaran sebagai motor pertumbuhan Lampung memiliki implikasi luas. Pertama, peningkatan kualitas SDM akan menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompeten, mampu bersaing di era digital, dan menarik investasi berkualitas. Kedua, optimalisasi sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian akan membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ketiga, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan akademisi akan menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur dan keterbatasan anggaran daerah harus diatasi secara bertahap. Dengan komitmen bersama, Pesawaran berpotensi menjadi contoh sukses pembangunan daerah di Sumatera.

Menatap Indonesia Emas 2045

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh unsur untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-19 sebagai momentum memperkuat sinergi mewujudkan Lampung yang maju, kompetitif, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Pesawaran, dengan segala potensinya, diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain kunci dalam percepatan pembangunan Lampung. Kolaborasi yang dimulai dari tingkat kabupaten ini diyakini akan merambat ke tingkat provinsi dan nasional, membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan rakyat. Seperti kata Gubernur, “Pembangunan sejatinya bukan hanya menghadirkan program, tetapi menghadirkan harapan bagi masyarakat.”

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *