Kehilangan Besar bagi Ngāti Porou: Pemimpin Tā Tamati Reedy Meninggal
Suara Pecari |
Pemimpin dan akademisi terkemuka Ngāti Porou, Tā Tamati Reedy, telah meninggal dunia pada usia 89 tahun. Lahir di Ruatoria pada tahun 1936, Tā Tamati dikenal sebagai advokat bahasa te reo Māori dan memiliki karier yang cemerlang di bidang pendidikan dan linguistik.
Setelah mengawali kariernya sebagai guru di berbagai sekolah dasar dan menengah, Tā Tamati melanjutkan pendidikan tinggi dengan meraih gelar magister dan doktor di bidang linguistik dari Universitas Hawai’i. Sebagai seorang Fulbright Scholar, ia menjadi profesor asosiasi di Universitas Alabama pada tahun 1982 hingga 1983, sebelum menjabat sebagai sekretaris Departemen Urusan Māori dari tahun 1983 hingga 1989.
Selama menjabat, ia memainkan peran penting dalam pengesahan Undang-Undang Bahasa Māori pada tahun 1987, yang mengakui te reo sebagai bahasa resmi New Zealand. Komitmennya terhadap pendidikan Māori terlihat melalui keterlibatannya dalam pengembangan kōhanga reo dan pendidikan imersi Māori, serta kontribusinya dalam menciptakan Te Whāriki, kurikulum pendidikan anak usia dini pertama di negara tersebut.
Sebagai seorang pemimpin, Tā Tamati bukan hanya dihormati di kalangan masyarakat Ngāti Porou, tetapi juga di seluruh New Zealand, di mana ia diakui sebagai sosok yang membawa kemajuan dalam pelestarian dan pengembangan budaya Māori. Ia juga dikenal karena dedikasinya dalam mempromosikan te reo Māori, mendorong generasi muda untuk mempelajari dan menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kehilangan Tā Tamati Reedy menjadi duka yang mendalam bagi banyak orang, terutama di komunitas Māori. Banyak yang mengenangnya bukan hanya sebagai seorang pemimpin, tetapi juga sebagai sosok yang penuh inspirasi. Dalam sebuah pernyataan, seorang rekan menyebutnya sebagai “pionir yang tidak hanya berjuang untuk bahasa dan budaya kami, tetapi juga untuk pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.”
Dalam konteks yang lebih luas, meninggalnya Tā Tamati juga mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan bahasa dan budaya asli di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Perjuangannya dalam mengadvokasi hak-hak Māori dan pendidikan menjadi teladan bagi banyak orang yang ingin memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
Dengan kepergian Tā Tamati, banyak yang merasa kehilangan sosok yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia pendidikan dan kebudayaan Māori. Ia akan dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Māori, yang dedikasi dan visinya akan terus menginspirasi generasi mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












