Iduladha di Afrika Selatan: Tradisi Unik dan Pengalaman Budaya
Suara Pecari |
Perayaan Iduladha di Afrika Selatan membawa pengalaman budaya yang unik bagi pelajar Indonesia. Ketua PPI Afrika Selatan, Muhibbudin Majid, mengatakan bahwa masyarakat non-Muslim setempat juga menantikan pembagian daging kurban setiap tahunnya.
Menurutnya, masyarakat sekitar biasanya berharap memperoleh bagian daging kurban dari pelajar. Ia mengatakan bahwa dirinya turut membantu proses pembagian daging kurban bersama pelajar Indonesia lainnya di Afrika Selatan.
Ia mengaku bertugas memotong dan menyiapkan daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat maupun pelajar lainnya. Jenis hewan kurban di Afrika Selatan tidak berbeda jauh dibandingkan tradisi masyarakat Indonesia, yaitu sapi dan kambing.
Olahan daging kurban di Kedutaan Indonesia umumnya mengikuti cita rasa khas masakan Nusantara, seperti sate dan gulai. Namun, beberapa institusi lain di Afrika Selatan lebih sering mengolah daging kurban menggunakan cita rasa India, dengan hidangan kari sebagai menu wajib.
Suasana Iduladha tetap terasa meriah karena banyak pelajar Indonesia berkumpul bersama mahasiswa Asia lainnya. Mereka sering berinisiatif menggelar takbiran bersama untuk menghadirkan suasana kampung halaman.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Iduladha sebagai sarana memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga memiliki pesan kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












