Tokoh Adat Baduy Jaro Saidi Putra Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Tokoh Adat Baduy Jaro Saidi Putra Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Suara Pecari, Lebak – Kabar duka menyelimuti masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, dengan meninggalnya Jaro Saidi Putra, seorang tokoh adat yang memegang jabatan penting sebagai Jaro Tanggungan 12. Ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat pagi, 4 September 2026, pukul 09.00 WIB di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Jaro Saidi Putra dikenal sebagai penghubung utama antara masyarakat adat Baduy dan pihak luar. Jabatan Jaro Tanggungan 12 memiliki peran strategis dalam struktur adat Baduy, terutama dalam menjaga hubungan antara komunitas adat dan pemerintah daerah. Dalam ritual tahunan Seba Baduy, Jaro Saidi selalu memimpin prosesi serta membacakan Murwa Seba, yaitu pesan leluhur yang disampaikan kepada pemerintah.

Peran dan Pesan Jaro Saidi Putra

Selain tugas ritual, Jaro Saidi Putra juga aktif menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan. Pada Seba Baduy 2026, ia menekankan hubungan tak terpisahkan antara alam dan manusia, mengingatkan masyarakat untuk menjaga sumber daya alam, terutama kebersihan air dan sungai dari pencemaran limbah industri dan rumah tangga.

Ia juga menyampaikan pesan moral melalui pantun yang mengajak pemimpin untuk memberantas korupsi, menegaskan nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam kepemimpinan.

Prosesi Pemakaman dan Ungkapan Belasungkawa

Pemakaman Jaro Saidi Putra telah dilaksanakan pada sore hari di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, yang juga tokoh masyarakat Baduy, menyatakan kehilangan figur penting yang selama ini menjadi panutan dan penghubung adat.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Anik Sakinah, turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Jaro Saidi Putra. Ucapan duka cita juga datang dari berbagai pihak, termasuk komunitas adat dan masyarakat luas yang mengenang sosok beliau sebagai pribadi yang menjunjung tinggi persatuan, kedamaian, dan keharmonisan.

Makna Kepergian Jaro Saidi Putra bagi Masyarakat Baduy

Kehilangan Jaro Saidi Putra menjadi momen duka yang mendalam bagi masyarakat adat Baduy. Sosoknya tidak hanya sebagai pemimpin adat, tetapi juga sebagai penjaga tradisi dan pelestari lingkungan. Peranannya dalam menjaga hubungan antara adat dan pemerintah menjadi kunci dalam pelestarian budaya Baduy yang unik dan lestari.

Semangat pelestarian alam dan nilai-nilai luhur yang ia wariskan diharapkan dapat terus dijaga oleh generasi berikutnya demi keberlangsungan budaya dan lingkungan di wilayah Baduy.

Dengan meninggalnya Jaro Saidi Putra, masyarakat Baduy dan Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk meneruskan perjuangan dan amanat yang telah beliau sampaikan selama hidupnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *