Warga Tibubeneng Bali Gelar Upacara Pembersihan Teras Tempat Mesum WN Australia
Suara Pecari, Bali – Warga di kawasan Tibubeneng, Bali, menggelar upacara pembersihan secara Hindu di pekarangan rumah milik Wayan Suyadnya. Upacara ini dilaksanakan sebagai respon atas tindakan asusila yang dilakukan oleh Warga Negara Australia berinisial BA (27) di teras rumah tersebut, yang sempat viral di media sosial.
Insiden dan Respon Warga
Perbuatan tidak senonoh oleh WN Australia tersebut membuat pekarangan rumah Suyadnya dianggap ternoda secara niskala, yaitu dalam konteks spiritual budaya Hindu Bali. Sebagai bentuk penetralan aura negatif dan menjaga kesucian tempat tinggal, warga melaksanakan ritual pembersihan pada hari Kajeng Kliwon, hari suci yang diperingati setiap 15 hari sekali dalam kalender Hindu Bali.
Pelaksanaan Upacara Pembersihan
Ritual berlangsung di pekarangan rumah pada Rabu (26/8) dengan menggunakan perlengkapan upacara khas Hindu, termasuk sesajen dan korban ayam berwarna-warni. Air laut yang diambil langsung dari pantai juga disiramkan ke beberapa sudut pekarangan, terutama bagian depan, sebagai bagian dari proses pembersihan spiritual.
Makna dan Alasan Ritual
Menurut Wayan Suyadnya, aura negatif muncul karena tindakan asusila terjadi di tempat yang tidak semestinya dan melibatkan dua WNA yang tidak saling mengenal. Ritual pembersihan ini penting untuk menghilangkan pengaruh buruk secara psikologis dan niskala bagi lingkungan sekitar.
Kondisi dan Harapan Masyarakat
Ritual ini berlangsung sekitar 30 menit dengan skala rumah tangga. Suyadnya juga menyebutkan bahwa upacara serupa pernah dilakukan sebelumnya di kawasan Berawa setelah beberapa kejadian melibatkan WNA. Masyarakat berharap agar para WNA yang tinggal di Bali dapat lebih menghormati norma dan budaya setempat, menghindari tindakan yang tidak etis dan tidak sesuai dengan nilai kesantunan budaya Bali.
Perbuatan asusila di ruang publik dianggap mencemari pekarangan secara niskala dan tidak dapat diterima oleh masyarakat Hindu Bali yang menjunjung tinggi kesucian dan kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan Kasus Asusila
Peristiwa asusila tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) di pekarangan rumah Suyadnya, dan pelaku pria berinisial BA diamankan saat hendak meninggalkan Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku perempuan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga berdampak pada persepsi budaya dan spiritual warga sekitar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










