Muktamar NU Terima LPJ PBNU Gus Yahya Setebal Hampir 800 Halaman

Muktamar NU Terima LPJ PBNU Gus Yahya Setebal Hampir 800 Halaman

Muktamar NU Terima Laporan Pertanggungjawaban PBNU

Suara Pecari, Jombang – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. LPJ tersebut disampaikan secara lengkap dalam Sidang Pleno II yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Laporan pertanggungjawaban yang disampaikan Gus Yahya memiliki ketebalan hampir 800 halaman. Dokumen tersebut memuat berbagai program kerja yang telah dilaksanakan serta laporan keuangan kepengurusan PBNU selama periode berjalan.

Penerimaan LPJ oleh Pengurus Wilayah NU

Setelah paparan LPJ oleh Ketua Umum PBNU, panitia meminta perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai daerah untuk menyampaikan sikap terhadap laporan tersebut. Sebanyak 12 PWNU dari berbagai wilayah menyatakan menerima LPJ PBNU secara keseluruhan.

Perwakilan PWNU Maluku menyatakan, “Saya atas nama seluruh PWNU Maluku dan 10 cabang menyatakan menerima dan berterima kasih atas laporan pertanggungjawaban dari PBNU periode ini.” Pernyataan serupa juga disampaikan oleh PWNU dari wilayah lain, mencerminkan penerimaan luas terhadap laporan tersebut.

Keputusan Muktamar

Pimpinan sidang kemudian menanyakan kepada seluruh peserta Muktamar apakah ada yang menolak LPJ tersebut. Tidak ada muktamirin yang menyatakan penolakan, sehingga LPJ PBNU resmi diterima oleh peserta Muktamar ke-35 NU.

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar, Prof. Dr. Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan konsensus dari perwakilan PWNU yang hadir dan menyatakan penerimaan secara baik terhadap LPJ tersebut.

Konteks dan Pentingnya LPJ PBNU

Laporan pertanggungjawaban ini penting sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepengurusan PBNU kepada seluruh anggota dan pengurus NU di tingkat cabang maupun wilayah. Dengan adanya LPJ yang komprehensif, seluruh program kerja dan pengelolaan keuangan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

LPJ setebal hampir 800 halaman menunjukkan komitmen PBNU dalam menjalankan tugasnya serta menjadi rujukan bagi pengurus NU dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Dampak Penerimaan LPJ

Penerimaan LPJ secara resmi memberikan legitimasi bagi kepengurusan PBNU periode ini untuk melanjutkan program kerja dan memperkuat organisasi Nahdlatul Ulama. Keputusan yang diterima secara bulat juga mencerminkan kepercayaan dan dukungan dari seluruh pengurus NU di berbagai wilayah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *