Pelemahan Rupiah Terus Berlanjut Sebelum Pengumuman Suku Bunga BI
Suara Pecari | Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Menurut data dari Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.743 per dolar AS, turun 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.706 per dolar AS.
Pelemahan ini diperkirakan oleh para analis sejalan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berimbas pada kenaikan harga minyak mentah. Lukman Leong, Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, menyatakan bahwa situasi ini telah memicu kekhawatiran di kalangan investor, sehingga memengaruhi nilai tukar.
Investor juga sedang menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunga. Lukman menjelaskan bahwa jika BI menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan, hal ini dapat memberikan dukungan bagi penguatan rupiah. Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS, dengan indeks dolar yang menunjukkan penguatan di level 99,37.
Jessica Tasijawa, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, menekankan pentingnya stabilisasi nilai tukar rupiah yang menjadi perhatian utama BI. Ia mencatat bahwa tekanan dari pasar global dan volatilitas yang tinggi masih menjadi tantangan besar. Meski demikian, ia optimis bahwa rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada bulan Juli hingga Agustus 2026, seiring dengan meredanya permintaan musiman terhadap dolar AS.
Untuk mendukung stabilisasi ini, BI telah memperkuat bauran kebijakan melalui intervensi di pasar valuta asing, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara Indonesia (SRBI), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN). Namun, langkah-langkah ini menyebabkan cadangan devisa mengalami penurunan sekitar USD10,3 miliar. Pemerintah juga berupaya memulihkan stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar obligasi dengan alokasi sekitar Rp2 triliun per hari.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah tekanan eksternal. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia dapat terjaga dan tidak ada lonjakan yang berlebihan pada imbal hasil.
Secara keseluruhan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia di tengah dinamika global yang tidak menentu. Namun, dengan berbagai langkah intervensi dan kebijakan yang diambil, diharapkan kondisi ini dapat segera membaik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















