Rasio Kewirausahaan Indonesia Meningkat, Wamendag Roro Beri Fasilitas

Rasio Kewirausahaan Indonesia Meningkat, Wamendag Roro Beri Fasilitas

Suara Pecari | Kementerian Perdagangan mencatat rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,29 persen dari total angkatan kerja. Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan rasio tersebut masih perlu ditingkatkan mendukung target Indonesia menjadi negara maju.

Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan mencapai 10 hingga 12 persen pada masa mendatang. Roro menilai penguatan ekosistem kewirausahaan penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting sebab waralaba merupakan model bisnis yang efektif dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru. Waralaba bersifat terstandarisasi dan mudah direplikasi.

Roro mengajak pelaku usaha waralaba memperluas pasar hingga tingkat internasional. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitasi perdagangan untuk mendukung pengembangan usaha.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan jaringan Atase Perdagangan, Konsulat Dagang, dan ITPC. Menurut Roro, fasilitas business matching dapat membantu memperluas jejaring usaha.

Kami turut mengajak pelaku usaha waralaba untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berani go global. Fasilitasi business matching dapat membantu meningkatkan jejaring dan memperluas usaha.

Roro juga mengimbau masyarakat menerapkan prinsip legal dan logis sebelum memilih usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertimbangkan setiap peluang bisnis secara cermat.

Saat memutuskan waralaba, pertimbangkan dulu 2L; legal dan logis. Kami berharap, masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko.

Dukungan tersebut dinilai penting agar produk lokal tetap relevan dan dikenal luas.

Makanan khas Indonesia sangat beragam di tiap daerah. Pemerintah diharapkan mendorong dan memfasilisitasi UMKM makanan Indonesia agar tetap relevan dan mendunia.

Pemerintah menyediakan berbagai fasilitasi perdagangan untuk mendukung pengembangan usaha, seperti jaringan Atase Perdagangan, Konsulat Dagang, dan ITPC.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan