Rumor dan Tekanan Pasar Masih Kuat, IHSG Diprakirakan Masih Berisiko Melemah

Rumor dan Tekanan Pasar Masih Kuat, IHSG Diprakirakan Masih Berisiko Melemah

Suara Pecari |

RRI.CO.ID, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih diprakirakan melemah hari ini. Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG turun 1,70 persen ke level 5.839,79. Menurut analis Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah. IHSG akan menguji level support di rentang 5.700-5800. Perdagangan saham masih mengalami tekanan jual akibat maraknya berbagai macam rumor di pasar domestik. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut, sehingga rupiah menembus rekor terendah Rp18.000 per dolar AS. Sentimen lainnya yang menjadi perhatian pasar adalah pengesahan RUU revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi Undang-Undang. Revisi tersebut merupakan tindak lanjut dari reformasi besar sektor keuangan Indonesia. UU ini antara lain memperkuat mandat OJK dan pengaturan pasar modal. Termasuk rencana demutualisasi BEI dan peningkatan integritas transaksi. Dengan diterapkannya UU tersebut, likuiditas pasar diharapkan akan meningkat, seiring dengan perluasan peran bank di pasar modal. Selain penguatan lembaga keuangan dan instrumen pasar, serta produk pasar modal yang makin beragam. Transparansi dan tata kelola diperketat serta perlindungan investor diharapkan menjadi lebih kuat. UU P2SK juga akan mengatur Danantara untuk menerbitkan surat utang khusus, yakni Patriot Bond dan Merah Putih Bond. Penerbitan obligasi tersebut dimaksudkan untuk memperluas sumber pendanaan jangka panjang bagi proyek-proyek strategis nasional. Sekaligus memperkuat kapasitas investasi Danantara. Danantara juga berencana akan menerbitkan surat utang global senilai USD5 miliar. Obligasi tersebut telah diberi peringkat Baa2 dengan outlook negatif oleh Moody’s.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan