KemenEKRAF dan BEI Buka Jalur Pasar Modal untuk Pegiat Ekonomi Kreatif
Suara Pecari | Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEKRAF) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka jalur pasar modal bagi para pegiat ekonomi kreatif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan di sektor ekonomi kreatif Indonesia. Dalam pertemuan yang digelar di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa Presiden menempatkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang harus dimulai dari berbagai daerah, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
“KemenEKRAF-BEI Buka Jalur Pasar Modal bagi Pegiat Ekonomi Kreatif LPP RRI menjadi tonggak penting dalam mendorong akses pendanaan yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif,” ujar Menteri Ekraf. Ia menambahkan bahwa potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang bagi semakin banyak pegiat ekonomi kreatif untuk memahami pasar modal dan memanfaatkan kreativitas sebagai sumber investasi.
Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa BEI terbuka untuk memperluas partisipasi berbagai sektor dalam pasar modal, khususnya subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan investasi tinggi. “Baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha,” ucap Jeffrey. Audiensi ini juga diharapkan mampu membuka peluang penyusunan skema IPO bagi industri kreatif yang lebih adaptif, sehingga perusahaan-perusahaan potensial dapat memanfaatkan akselerasi pasar modal secara berkelanjutan.
“Hari ini, kami mendapat insight dari Menteri Ekraf untuk pemahaman lebih baik terkait model bisnis di industri kreatif. Tentu, harapan kolaborasi antara BEI dengan KemenEKRAF bisa dimulai dengan meningkatkan edukasi dan pemahaman dari para pegiat ekonomi kreatif,” kata Jeffrey. Dengan adanya inisiatif KemenEKRAF-BEI Buka Jalur Pasar Modal bagi Pegiat Ekonomi Kreatif LPP RRI, para pelaku industri kreatif diharapkan dapat lebih mudah mengakses pendanaan melalui pasar modal, baik sebagai investor maupun emiten. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Ekonomi kreatif mencakup berbagai subsektor seperti film, musik, seni rupa, desain, kuliner, dan lain-lain. Dengan akses pasar modal yang lebih terbuka, para pegiat ekonomi kreatif dapat mengembangkan usahanya secara lebih profesional dan terstruktur. BEI juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada para pelaku industri kreatif agar siap memanfaatkan peluang ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara kreativitas dan investasi, sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Kesimpulannya, pembukaan jalur pasar modal bagi pegiat ekonomi kreatif oleh KemenEKRAF dan BEI merupakan langkah maju yang signifikan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan bursa efek, para pelaku industri kreatif kini memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pendanaan, mengembangkan usaha, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Inisiatif KemenEKRAF-BEI Buka Jalur Pasar Modal bagi Pegiat Ekonomi Kreatif LPP RRI diharapkan menjadi model bagi kolaborasi serupa di masa depan, sehingga ekonomi kreatif dapat benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang handal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












