Indo Livestock 2026 Hadirkan Paviliun Ekspor Peternakan LPP RRI, Dorong Produk Nasional ke Pasar Global
Suara Pecari | Indo Livestock 2026 Hadirkan Paviliun Ekspor Peternakan LPP RRI sebagai langkah strategis memperluas akses pasar produk peternakan Indonesia ke mancanegara. Ajang peternakan terbesar di Indonesia ini akan digelar pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, edisi ke-19 ini menonjolkan Paviliun Ekspor yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam menjajaki peluang perdagangan internasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa Indo Livestock bukan sekadar pameran industri, melainkan sarana diplomasi ekonomi dan promosi investasi subsektor peternakan Indonesia di tingkat global. “Indo Livestock bukan sekadar pameran. Kegiatan ini merupakan upaya diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya subsektor peternakan, di hadapan dunia internasional,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/6/2026).
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum konsolidasi nasional subsektor peternakan, mempertemukan seluruh pemangku kepentingan mulai dari peternak, pelaku usaha unggas dan ruminansia, industri besar dan UMKM, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah. Indo Livestock 2026 Hadirkan Paviliun Ekspor Peternakan LPP RRI untuk memperkuat kolaborasi dan pengembangan usaha, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis dari berbagai negara. Sebanyak 30 negara tercatat akan berpartisipasi, dengan tujuh paviliun negara hadir secara khusus, yakni China, Eropa, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.
Kementerian Pertanian memanfaatkan ajang ini untuk memperluas akses pasar ekspor produk peternakan. Melalui Paviliun Ekspor, pelaku usaha akan difasilitasi untuk menjajaki peluang perdagangan internasional. Agung menyebutkan sejumlah komoditas peternakan nasional, seperti ayam dan telur, saat ini berada dalam kondisi surplus, sehingga menjadi modal untuk membuka pasar baru. “Kami akan memfasilitasi pelaku usaha peternakan yang ingin mengembangkan produknya ke pasar internasional. Paviliun ekspor ini juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan calon mitra dagang,” katanya.
Selain promosi ekspor, Indo Livestock 2026 juga diharapkan menarik minat investor dan mempercepat hilirisasi subsektor peternakan nasional. Fokus utama penyelenggaraan tahun ini adalah percepatan adopsi teknologi modern, termasuk penerapan Internet of Things (IoT) dalam proses pembibitan, budidaya, hingga pengolahan hasil peternakan. Agung menjelaskan, “Melalui kegiatan ini kami ingin mempercepat transfer teknologi. Industri peternakan nasional semakin modern, efisien, dan berdaya saing global.”
Project Director Napindo, Lisa Rusli, mengungkapkan bahwa Indo Livestock 2026 akan berlangsung bersamaan dengan pameran sektor pendukung lainnya, seperti Indo Feed (pakan ternak), Indo Dairy (sapi perah), Indo Agrotech (hortikultura dan perkebunan), Indo Vet (kesehatan hewan), dan Indo Fisheries (perikanan dan akuakultur). Panitia menargetkan sekitar 600 peserta pameran dari 30 negara, dengan jumlah pengunjung sekitar 20 ribu orang selama tiga hari, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 18 ribu pengunjung.
Salah satu agenda baru yang menjadi daya tarik utama adalah Indo Livestock Grand Championship, yang menghadirkan berbagai kompetisi peternakan di dalam area pameran, termasuk kontes dan ketangkasan domba. Lisa menyebutkan, “Ini menjadi inovasi baru karena kegiatan yang biasanya dilakukan di luar ruangan akan kami hadirkan di dalam area pameran sehingga dapat dinikmati lebih banyak pengunjung.” Selain itu, setiap hari akan diisi kegiatan live cooking yang memperkenalkan berbagai olahan berbahan dasar hasil peternakan dan seafood.
Kesuksesan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 didukung oleh sekitar 50 institusi, terdiri dari tujuh kementerian dan lembaga pemerintah, 36 asosiasi, serta lima perguruan tinggi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat daya saing industri peternakan Indonesia sekaligus membuka peluang pasar baru di tingkat global. Dengan hadirnya Paviliun Ekspor, Indo Livestock 2026 Hadirkan Paviliun Ekspor Peternakan LPP RRI menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan nilai tambah sektor peternakan nasional dan mendorong produk unggulan Indonesia menembus pasar internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












