Panen Raya TNI di OKI: Herman Deru Targetkan Produksi 5 Juta Ton Padi pada 2029
Panen Raya TNI di OKI: Langkah Nyata Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Suara Pecari, Pada Jumat, 17 Juli 2026, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis dan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menghadiri Panen Raya yang digelar di Desa Jukdadak, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panen raya serentak di 43 titik seluruh Indonesia yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Fokus utama panen raya ini adalah komoditas padi, tebu, dan kedelai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan panen raya ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim global. Khususnya, potensi dampak El Nino yang mulai dirasakan di beberapa wilayah Indonesia. Herman Deru dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah dan terus dilakukan, mulai dari revitalisasi jaringan irigasi hingga pemanfaatan sumber air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bagi para petani.
“Kita panen di tengah mulai munculnya gejolak El Nino. Ini untuk menyemangati para petani bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam mencarikan solusi terhadap kebutuhan air, baik melalui revitalisasi jaringan irigasi maupun pemanfaatan air tanah,” ujar Herman Deru.
Peran Aktif TNI dalam Pendampingan Petani
Lahan pertanian di Desa Jukdadak merupakan salah satu binaan TNI Angkatan Darat. Pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh para babinsa dan satuan teritorial menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurut Herman Deru, kawasan ini mampu menunjukkan produktivitas yang baik berkat sinergi antara petani dan TNI. “Ini adalah spirit yang ditanamkan pemerintah, khususnya TNI, agar semangat dan stamina petani untuk terus produktif tetap terjaga,” tambahnya.
TNI tidak hanya berperan dalam pertahanan dan keamanan, tetapi juga turut berkontribusi aktif dalam pembangunan sektor pertanian. Program seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan pendampingan pertanian di berbagai daerah menjadi bukti nyata keterlibatan TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di OKI, pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknik budidaya, pengelolaan air, dan akses terhadap pupuk serta bibit unggul.
Target 5 Juta Ton Padi di Sumsel pada 2029
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan target ambisius Sumatera Selatan pada tahun 2029, yaitu mencapai produksi padi sebesar 5 juta ton. Target ini menuntut peningkatan signifikan dari produksi saat ini. Berikut adalah gambaran produksi padi Sumsel dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Produksi Padi (juta ton) | Luas Panen (ribu ha) |
|---|---|---|
| 2023 | 3,2 | 1.200 |
| 2024 | 3,5 | 1.250 |
| 2025 (estimasi) | 3,8 | 1.300 |
| Target 2029 | 5,0 | 1.600 |
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan berbagai upaya strategis, antara lain:
- Perluasan areal tanam melalui optimalisasi lahan rawa dan pasang surut.
- Peningkatan intensitas pertanaman dengan sistem tanam padi-padi-palawija.
- Revitalisasi irigasi tersier dan pembangunan embung di daerah rawan kekeringan.
- Penyediaan bibit unggul tahan hama dan perubahan iklim.
- Penguatan akses petani terhadap modal dan pasar.
Kronologi Panen Raya Serentak
Kegiatan panen raya serentak ini memiliki kronologi yang terstruktur:
- Persiapan: Sejak Juni 2026, TNI bersama Dinas Pertanian setempat melakukan pemantauan kesiapan lahan dan tanaman. Desa Jukdadak dipilih sebagai lokasi utama Sumsel karena produktivitasnya yang tinggi.
- Pelaksanaan: Pada 17 Juli 2026, panen raya dimulai pukul 08.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto memimpin via video conference dari Malang. Momen panen dilakukan secara simbolis dengan mesin panen modern.
- Pasca Panen: Hasil panen segera didistribusikan ke gudang Bulog setempat untuk menjaga stabilitas harga dan persediaan nasional.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Perekonomian
Panen raya ini memberikan dampak positif yang multidimensi. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong antara TNI, Polri, dan petani. Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Keberhasilan sektor pertanian tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para petani.
Dari sisi ekonomi, peningkatan produksi padi akan menurunkan harga beras di pasaran dan menekan inflasi. Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional diharapkan mampu memenuhi kebutuhan beras tidak hanya untuk provinsi sendiri tetapi juga untuk daerah lain. Target 5 juta ton pada 2029 akan memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Selain itu, kegiatan panen raya ini juga menjadi stimulan bagi sektor hilir, seperti industri penggilingan padi, transportasi, dan perdagangan. Lapangan kerja di pedesaan pun tercipta, terutama bagi petani dan buruh tani. Dengan adanya pendampingan TNI, para petani mendapatkan transfer teknologi dan pengetahuan yang meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Penutup: Semangat Kolaborasi Menuju Swasembada Pangan
Panen raya TNI di OKI pada 17 Juli 2026 bukan sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata bahwa gotong royong antara pemerintah, TNI, Polri, dan petani mampu mengatasi tantangan perubahan iklim dan menjaga produktivitas pertanian. Target 5 juta ton padi di Sumatera Selatan pada 2029 memang ambisius, namun dengan semangat yang terpancar dari Desa Jukdadak, optimisme itu semakin beralasan. Dukungan irigasi, pendampingan teknis, dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Di tengah ancaman El Nino, para petani tidak sendirian; negara hadir melalui setiap tetes air irigasi dan setiap langkah babinsa di sawah. Dari OKI, semangat panen raya ini diharapkan menginspirasi daerah lain di Indonesia untuk terus bergerak maju, mengokohkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan mandiri.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










