Terik Matahari Tak Surutkan Semangat Gotong Royong Satgas TMMD di Agam
Suara Pecari, Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, semangat gotong royong antara Satgas TMMD Kodim 0304/Agam dan prajurit Yon TP 897/Singgalang bersama masyarakat Nagari Nan Tujuah terus membara, meskipun harus berhadapan dengan terik matahari yang menyengat. Program TMMD tahun ini kembali menunjukkan sinergi kuat antara TNI dan rakyat dalam membangun infrastruktur pedesaan, khususnya di Jorong Lariang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Latar Belakang Program TMMD ke-129
Program TMMD merupakan salah satu program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah terpencil. TMMD ke-129 mengusung tema ‘Pembangunan Desa untuk Kesejahteraan Rakyat’, dengan fokus pada perbaikan akses infrastruktur dasar, seperti jalan, irigasi, dan fasilitas umum. Di Nagari Nan Tujuah, sasaran utama adalah pengecoran jalan sepanjang 1.600 meter yang menghubungkan beberapa jorong dan menjadi jalur vital bagi distribusi hasil pertanian serta mobilitas warga.
Perkembangan Pengecoran Jalan: Progress dan Rencana
Hingga hari ke-10, progres pengecoran telah mencapai 40 meter pada titik pertama. Target penyelesaian seluruh ruas jalan direncanakan dalam 30 hari kerja. Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut tabel perkembangan dan sasaran TMMD ke-129 di Nagari Nan Tujuah:
| Deskripsi | Target | Realiasi Hari ke-10 | Satuan |
|---|---|---|---|
| Panjang jalan yang dicor | 1.600 | 40 | meter |
| Lebar jalan | 3 | 3 | meter |
| Ketebalan cor | 0,15 | 0,15 | meter |
| Jumlah personel Satgas | 50 | 50 | orang |
| Masyarakat yang terlibat | 100 | 75 | orang |
Keterlibatan masyarakat dalam program ini tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penyedia material lokal dan konsumsi. Gotong royong menjadi spirit utama yang mempertemukan TNI dan rakyat dalam satu tujuan.
Semangat di Balik Terik Matahari
Cuaca panas yang mencapai suhu 34 derajat Celsius pada siang hari tidak menyurutkan langkah personel Satgas TMMD. Dipimpin oleh Kapten Inf. Abdul Malek, anggota TNI dan warga bergantian mengangkut semen, pasir, dan batu split menuju lokasi pengecoran. “Kami sudah terbiasa dengan kondisi lapangan. Justru semangat gotong royong membuat terik ini terasa ringan,” ujar Kapten Abdul Malek saat ditemui di sela kegiatan. Warga setempat, seperti Bapak Rusdan (45 tahun), mengaku sangat antusias karena jalan ini sudah lama diidamkan. “Dulu kalau hujan, jalan becek dan susah dilewati mobil. Sekarang sudah mulai ada perbaikan, kami sangat bersyukur,” katanya.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menonjol dari aktivitas hari ini:
- Sumur bor baru dibangun untuk memenuhi kebutuhan air konstruksi dan masyarakat sekitar.
- Setiap harinya, tiga truk mixer beton dikerahkan untuk mempercepat proses pengecoran.
- Kepedulian moral dari wujud bantuan makanan dan minuman gratis dari warga setempat.
- Pengerjaan dilakukan dengan sistem rolling: sebagian kelompok menyiapkan adukan, sebagian menuang dan meratakan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pembangunan jalan ini diprediksi akan memberikan dampak multidimensi bagi masyarakat Nagari Nan Tujuah. Dari sisi ekonomi, akses yang lebih lancar akan memangkas biaya transportasi hasil pertanian seperti kopi, cengkeh, dan sayuran. Selain itu, harga jual komoditas di tingkat petani diharapkan meningkat karena pedagang lebih mudah menjangkau. Dari sisi sosial, jalan yang baik memudahkan anak-anak sekolah, ibu hamil, dan pasien menuju fasilitas kesehatan yang berada di pusat kecamatan. Program TMMD juga memperkuat hubungan kekerabatan antara TNI dan warga, yang selama ini sudah harmonis.
Kronologi Pelaksanaan
Berikut adalah kronologi singkat pelaksanaan TMMD ke-129 di Nagari Nan Tujuah hingga hari ke-10:
- Hari ke-1 hingga ke-3: Survei dan pembersihan badan jalan dari rumput dan lumpur.
- Hari ke-4 hingga ke-6: Pemasangan bekisting dan perkuatan tepi jalan dengan batu kali.
- Hari ke-7 hingga ke-9: Pengecoran perdana pada titik awal sepanjang 30 meter, dilanjutkan 10 meter pada hari ke-10.
- Hari ke-10: Perampungan 40 meter dengan pengawasan kualitas oleh petugas dari Dinas PU Agam.
Penutup: Gotong Royong dalam Bingkai Pembangunan
Terik matahari yang menyinari Jorong Lariang adalah saksi bisu kebersamaan yang tak lekang oleh zaman. Gotong royong yang dihidupkan kembali melalui TMMD bukan sekadar membangun jalan, tetapi merajut asa dan memperkuat fondasi bangsa. Di tengah terpaan modernisasi, semangat bahu-membahu antara TNI dan rakyat menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati lahir dari rasa memiliki dan kerja bersama. Program TMMD ke-129 di Nagari Nan Tujuah adalah bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan warga mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang, dan terik matahari hanyalah pemicu semangat, bukan penghalang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










