IHSG Dibuka Melemah di Level 5.899, Masih Berpeluang Uji Level ke 6.000
Suara Pecari | Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, dengan pelemahan tipis. IHSG dibuka melemah di level 5.899,26 atau turun 3,11 poin (0,05 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya. Meskipun berada di zona merah pada awal sesi, optimisme masih menyelimuti pasar karena IHSG masih berpeluang uji level ke 6.000. Hal ini didorong oleh sentimen positif dari penutupan perdagangan Rabu lalu yang mencatat kenaikan 2,71 persen ke level 5.902.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan. Menurutnya, indeks berpeluang menguji level psikologis 6.000 dalam perdagangan hari ini. “IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000,” kata Fanny. Ia memperkirakan level support berada pada rentang 5.750-5.840, sementara resistansi di kisaran 6.000-6.050. Dengan demikian, IHSG dibuka melemah di level 5.899 masih berpeluang uji level ke 6.000, meskipun tantangan dari aksi jual investor asing masih membayangi.
Faktor eksternal turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian utama. Presiden AS Donald Trump dikabarkan kembali mengancam langkah militer setelah proses negosiasi dengan Teheran dinilai berjalan terlalu lama. Selain itu, data inflasi inti AS pada Mei 2026 yang naik 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari konsensus pasar 0,3 persen, menunjukkan inflasi masih di atas target The Fed sebesar 2 persen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, diperparah dengan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Dari dalam negeri, sentimen pasar dipengaruhi oleh penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 120,9 pada Mei 2026 dari sebelumnya 123. Meski demikian, ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan aktivitas bisnis masih menunjukkan perbaikan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp3,13 triliun pada perdagangan sebelumnya, dengan saham yang paling banyak dilepas antara lain BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.
Dalam situasi ini, IHSG dibuka melemah di level 5.899 masih berpeluang uji level ke 6.000. Para analis menyarankan investor untuk mencermati pergerakan indeks dan memanfaatkan potensi penguatan jangka pendek. Namun, kewaspadaan terhadap risiko geopolitik dan kebijakan moneter global tetap diperlukan. IHSG dibuka melemah di level 5.899 masih berpeluang uji level ke 6.000, menjadi fokus utama pelaku pasar hari ini.
Kesimpulannya, meskipun IHSG memulai perdagangan dengan pelemahan, peluang untuk menguji level 6.000 masih terbuka lebar. Sentimen positif dari kenaikan sebelumnya dan ekspektasi perbaikan ekonomi domestik menjadi pendorong utama. Namun, investor harus tetap waspada terhadap tekanan dari aksi jual asing dan ketidakpastian global. Dengan strategi yang tepat, IHSG dibuka melemah di level 5.899 masih berpeluang uji level ke 6.000, memberikan harapan bagi pemulihan pasar modal Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












