Menkeu Purbaya Alihkan Penjelasan Soal Kuota Pertalite ke Bahlil Usai Harga Pertamax Naik

Menkeu Purbaya Alihkan Penjelasan Soal Kuota Pertalite ke Bahlil Usai Harga Pertamax Naik

Suara Pecari | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalihkan penjelasan soal kuota Pertalite ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyusul kenaikan harga Pertamax yang memicu kekhawatiran peralihan konsumsi. Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026), Purbaya mengakui bahwa kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter berpotensi mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite yang bersubsidi. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua pengguna Pertamax akan pindah, karena spesifikasi kendaraan menjadi faktor penentu.

“Kita tidak hitung (beban tambahan subsidi). Tapi pasti ada beberapa persen yang pindah. Cuma kan harusnya tidak semuanya pindah. Kenapa? Karena yang beli Pertamax tahu mobilnya cocok untuk Pertamax,” ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa pemerintah belum menghitung besaran perpindahan tersebut dan menyarankan agar pertanyaan lebih lanjut dialamatkan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. “Mungkin ditanya Pak Bahlil yang mengerti itu,” singkatnya.

Fenomena ini muncul setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026. Kenaikan harga yang signifikan memicu ajakan di media sosial bagi pengguna untuk beralih ke Pertalite yang harganya tetap Rp10.000 per liter. Purbaya meyakini bahwa perpindahan tidak akan massif karena sebagian besar konsumen Pertamax adalah pengguna kendaraan yang membutuhkan oktan tinggi.

Sementara itu, Kementerian ESDM melalui Juru Bicara Dwi Anggia mengonfirmasi bahwa perpindahan konsumsi belum terlalu besar. “Alhamdulillah tidak terlalu besar shifting-nya,” ujarnya. Anggia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi pergeseran dengan penggunaan QR code untuk pembelian Pertalite dan peningkatan pengawasan di SPBU. Khusus untuk sepeda motor, tidak ada pembatasan pembelian Pertalite.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sendiri menjamin bahwa harga BBM subsidi dan LPG 3 kg tidak akan naik demi menjaga daya beli masyarakat. “Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali,” tegas Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026). Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk melindungi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Dengan demikian, isu Menkeu Purbaya alihkan penjelasan soal kuota Pertalite ke Bahlil usai harga Pertamax naik menjadi sorotan utama. Purbaya mengakui belum memiliki data pasti mengenai tambahan subsidi akibat perpindahan konsumen. Ia kembali menekankan bahwa detail kuota dan dampak subsidi berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM. “Kita belum hitung. Mungkin ditanya Pak Bahlil yang mengerti itu,” ujarnya lagi.

Pemerintah optimistis bahwa perpindahan konsumsi tidak akan membebani APBN secara signifikan. Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan, termasuk pengawasan ketat terhadap penjualan Pertalite. Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan tidak melakukan penimbunan.

Kesimpulannya, meskipun kenaikan harga Pertamax memicu kekhawatiran, pemerintah yakin dampaknya terhadap subsidi terbatas. Menkeu Purbaya alihkan penjelasan soal kuota Pertalite ke Bahlil usai harga Pertamax naik, menunjukkan koordinasi antar kementerian dalam menghadapi dinamika energi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan