Proyek Tol Jambi-Rengat Mandek Akibat Masalah Pembiayaan, Diharapkan Kembali Bergulir pada 2027
Suara Pecari | Penyebab Proyek Tol Jambi-Rengat Mandek, Kemungkinan Mulai Lagi 2027 [titlebase] menjadi sorotan publik setelah proyek strategis yang melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, dan Tanjung Jabung Barat itu berhenti pada tahap pelaksanaan. Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jambi, Luthpiah, mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada pembiayaan yang menggunakan dana pinjaman, sehingga prosesnya memakan waktu lebih panjang.
Proyek tol yang direncanakan sepanjang 117 kilometer hingga batas Rengat ini sebenarnya telah melalui tahap administrasi dan perencanaan. Tim persiapan yang bertugas melakukan sosialisasi, konsultasi publik, dan penerbitan penetapan lokasi, termasuk proses ganti rugi pembebasan lahan, sudah dibentuk. Namun, Penyebab Proyek Tol Jambi-Rengat Mandek, Kemungkinan Mulai Lagi 2027 [titlebase] membuat semua kegiatan terhenti.
“Tapi proyek Tol Jambi-Rengat mandek di tahap pelaksanaan,” ujar Luthpiah saat ditemui di kantornya, Rabu (17/6/2026). Ia menambahkan bahwa Pemprov Jambi kini menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Sebelumnya, pada Februari 2026, telah diadakan pertemuan dengan tim pusat untuk membahas kelanjutan proyek.
Kondisi serupa pernah dialami oleh proyek tol Bayung Lencir-Ness dan Ness-Pijoan, yang akhirnya berhasil berjalan setelah melalui proses panjang. “Alhamdulillah, itu sudah berjalan. Nah, tinggal Jambi-Rengat. Jambi Rengat mandek juga karena kondisi keuangan,” jelas Luthpiah. Dalam pertemuan terakhir, batas proyek dikurangi dari 117 kilometer menjadi 67 kilometer, menandakan adanya penyesuaian anggaran.
Penyebab Proyek Tol Jambi-Rengat Mandek, Kemungkinan Mulai Lagi 2027 [titlebase] menjadi harapan baru bagi masyarakat yang menantikan konektivitas yang lebih baik antara Jambi dan Rengat. Dengan adanya pengurangan panjang ruas, diharapkan proses pembiayaan lebih mudah dan proyek dapat segera direalisasikan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan proyek ini kembali bergulir sesuai target.
Masyarakat diimbau bersabar menunggu kepastian dari pemerintah, sementara tim persiapan tetap bekerja untuk mematangkan aspek administrasi dan pembebasan lahan. Keberhasilan proyek tol ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempermudah akses transportasi di wilayah Sumatera bagian tengah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












