Kontrak Paruh Waktu PPPK Sultra Segera Dibayar, IHSG Terbang 5% di Tengah Sentimen Global

Kontrak Paruh Waktu PPPK Sultra Segera Dibayar, IHSG Terbang 5% di Tengah Sentimen Global

Suara Pecari | Kendari – Kabar baik bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra). Setelah menunggu berbulan-bulan, gaji mereka akhirnya dipastikan akan dibayarkan secara rapel untuk periode Januari hingga Juni 2026. Kepastian ini diperoleh setelah Gubernur Sultra Andi Sumangerukka melakukan audiensi dengan perwakilan PPPK paruh waktu pada Jumat, 12 Juni 2026 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Prof Andi Khaeruni, mengungkapkan bahwa pembayaran gaji PPPK paruh waktu ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi hak para pegawai meskipun kondisi keuangan daerah masih terbatas. “Karena sebagian besar gaji mereka belum dianggarkan dan daerah juga terdampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, maka disepakati pembayaran gaji dilakukan untuk enam bulan, mulai Januari sampai Juni 2026,” ujar Prof Andi di kantornya, Senin (15/6/2026).

Menurut data BKD Sultra, jumlah PPPK paruh waktu yang tercatat aktif mencapai 2.557 orang, tersebar di 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masing-masing dari mereka akan menerima gaji sebesar Rp1,5 juta per bulan, sehingga total rapel yang diterima mencapai Rp9 juta per orang. Mekanisme teknis pembayaran akan segera diumumkan setelah proses verifikasi oleh Inspektorat dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Di sisi lain, kabar positif juga datang dari pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (15/6/2026) melesat hingga 5,03% ke level 6.309,72 pada penutupan sesi I. Penguatan ini dipicu oleh sentimen global, terutama kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak dunia lebih dari 4%. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa perjanjian damai ini meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi global.

“Penguatan IHSG memang sejatinya dipengaruhi oleh faktor global, sebenarnya lebih dominan global ya, karena kita lihat di regional pun juga terapresiasi dengan baik,” ungkap Nafan. Bursa Asia lainnya juga mencatat penguatan, seperti Nikkei 225 yang naik 4,96% dan Hang Seng Index yang menguat 0,58%.

Meski kontrak paruh waktu menjadi sorotan utama di Sultra, sentimen domestik turut mendukung IHSG. Pasar menyambut positif pembatalan skema kontrak bagi hasil (gross split) dan relaksasi RKAB di sektor pertambangan mineral dan batu bara. Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menambahkan bahwa IHSG sempat oversold saat menyentuh level 5.400 dan kini sedang dalam fase rebound dengan penguatan 18,11% dalam lima hari terakhir.

Sementara itu, di tengah hiruk-pikuk berita ekonomi, dunia hiburan juga menyajikan cerita menarik. Drama Korea (drakor) awal 2026 banyak mengangkat tema pasangan beda status sosial, seperti My Royal Nemesis yang menceritakan selir Joseon yang bekerja paruh waktu di era modern. Meskipun fiktif, kisah ini mengingatkan bahwa kontrak paruh waktu bisa menjadi jalan keluar bagi mereka yang berada dalam tekanan ekonomi.

Kembali ke berita utama, kepastian pembayaran gaji PPPK paruh waktu di Sultra menjadi angin segar bagi ribuan pegawai yang telah menanti hak mereka. Pemerintah daerah berharap proses pencairan dapat segera rampung sehingga para pegawai dapat memanfaatkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ke depan, diharapkan pengelolaan anggaran daerah dapat lebih baik agar keterlambatan seperti ini tidak terulang.

Kesimpulannya, momentum positif di pasar modal dan kepastian pembayaran gaji bagi PPPK paruh waktu menjadi kabar baik bagi perekonomian daerah. Namun, tantangan efisiensi anggaran masih perlu diantisipasi agar kesejahteraan pegawai tetap terjamin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan