Proyek Panas Bumi Pertamina Dinilai Berpeluang Tarik Pendanaan Global

Proyek Panas Bumi Pertamina Dinilai Berpeluang Tarik Pendanaan Global

Suara Pecari | Jakarta – Minat investor global terhadap energi bersih membuka peluang lebih besar bagi proyek panas bumi Indonesia untuk memperoleh pendanaan jangka panjang. Pengamat pasar modal Dipo Satria Ramli menilai proyek panas bumi yang berprospek jelas memiliki daya tarik tinggi bagi investor global, khususnya mereka yang fokus pada clean energy. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dinilai berada pada posisi strategis dengan portofolio proyek yang matang dan siap dieksekusi.

Proyek Unggulan PGE dalam Green Book Bappenas 2026

Tiga proyek panas bumi PGE telah masuk Green Book 2026 Bappenas, yaitu PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 serta PLTP Lahendong Unit 7-8. Green Book merupakan daftar proyek prioritas nasional yang mendapatkan dukungan percepatan dari pemerintah, termasuk kemudahan perizinan dan potensi pendanaan internasional. Dipo menekankan bahwa kesiapan proyek menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal jangka panjang. Proyek dengan kepastian offtaker, dukungan infrastruktur memadai, dan peta jalan yang jelas dinilai lebih mudah memperoleh pembiayaan.

Nama ProyekLokasiKapasitas (MW)Status
PLTP Lumut Balai Unit 3 & 4Sumatera Selatan2×55Green Book 2026
PLTP Lahendong Unit 7-8Sulawesi Utara2×20Green Book 2026

Keunggulan Bisnis Panas Bumi Indonesia

Menurut Dipo, bisnis panas bumi Indonesia menarik karena pendapatan penjualan listrik kepada PLN menggunakan denominasi dolar AS. Hal ini menghilangkan risiko nilai tukar bagi investor asing. “Pembayaran revenue dari PLN untuk geothermal dilakukan dalam mata uang dolar AS. Jadi walaupun rupiah mengalami pelemahan, tetap menarik karena tidak ada currency risk atau risiko nilai tukar yang signifikan,” ujarnya. Selain itu, kontrak jangka panjang dengan PLN memberikan kepastian pendapatan, sehingga proyek geothermal dianggap sebagai aset infrastruktur yang stabil.

Peluang Besar di Tengah Transisi Energi Global

Dipo menambahkan bahwa kebutuhan investasi untuk mendukung transisi energi global akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), investasi energi terbarukan global perlu mencapai triliunan dolar AS per tahun untuk mencapai target net zero emission. Dalam konteks itu, panas bumi Indonesia memiliki peluang yang sangat baik untuk menjadi magnet pendanaan global. Sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam menarik investasi hijau.

  • Potensi panas bumi Indonesia mencapai 23,9 GW, namun baru 2,3 GW yang termanfaatkan.
  • Pemerintah menargetkan kapasitas panas bumi mencapai 7,2 GW pada 2030.
  • Pengembangan panas bumi menjadi prioritas dalam RUPTL PLN 2025-2034 untuk meningkatkan kapasitas EBT dan ketahanan energi.

Dampak dan Implikasi bagi Perekonomian Nasional

Masuknya pendanaan global untuk proyek panas bumi tidak hanya meningkatkan kapasitas energi bersih, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pembangunan proyek geothermal menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan industri lokal, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, pengembangan panas bumi mendukung target bauran energi nasional sebesar 23% EBT pada 2025 dan net zero emission pada 2060. Dengan dukungan pemerintah melalui Green Book Bappenas, proyek-proyek PGE diharapkan menjadi percontohan bagi investasi hijau di Indonesia.

Prospek ke Depan

Dipo optimistis bahwa proyek panas bumi Indonesia akan semakin diminati investor global, terutama dengan adanya kerangka kebijakan yang mendukung seperti Perpres No. 112/2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan. Ia juga menyarankan agar PGE terus meningkatkan kesiapan proyek, termasuk aspek teknis, lingkungan, dan sosial, untuk memenuhi standar internasional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok energi bersih global.

Di tengah meningkatnya urgensi transisi energi, panas bumi Indonesia berdiri sebagai salah satu solusi paling menjanjikan. Dengan potensi yang melimpah, dukungan kebijakan, dan keunggulan bisnis yang unik, proyek-proyek PGE siap menyambut gelombang pendanaan global yang akan datang. Langkah ini bukan hanya tentang energi, melainkan tentang masa depan ekonomi hijau Indonesia yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan